Senin, 27 May 2019
radarkediri
icon featured
Features

Miftahus Surrur, Perkumpulan Para Janda di Desa Turus

Saling Menyemangati, Saling Memotivasi

24 Maret 2019, 11: 32: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

janda turus

BERBAGI: Miftahus Surrur, Perkumpulan Para Janda di Desa Turus (Didin Saputro - radarkediri.id)

Berawal dari kepedulian sesama, perkumpulan para janda ini terbentuk. Saling memberi motivasi, dorongan, dan semangat. Kini mereka menjadi pioner dan semakin kompak.

Suhartatik tak bisa membendung air matanya. Sambil berkaca-kaca dia menceritakan perjalanan pembentukan perkumpulan ini. Dia ingat betul salah satu kenangan paling membanggakan selama hidupnya itu. Menyambungkan tali silaturahmi sesama janda di Desa Turus. Kini, impian yang sejak lama diidamkan itu menjadi kenyataan.

Jiwa sosial memang terlihat pada diri Tatik. Hal ini bukan tanpa sebab. Wanita 63 tahun tersebut telah menggagas terbentuknya perkumpulan janda di desanya. Dia tahu betul apa yang dirasakan janda-janda di sana. Untuk itu Tatik mencoba merangkulnya. Mempertemukan dengan perempuan lain yang bernasib sama. "Sebenarnya sejak lama saya ingin mengumpulkan teman-teman. Ingin menjalin silaturahmi," katanya.

Minggu Inspiratif Radar Kediri

Minggu Inspiratif Radar Kediri

Dari pemikiran itu Tatik mengajak Khoirunniswah. Berencana untuk mengumpulkan seluruh janda di Desa Turus. Namun keinginan itu beberapa kali tak bisa terlaksana.

Tatik menyebut, dari Khoirunniswah itulah dorongan juga selalu muncul. Sebab keduanya sama-sama ingin janda di sana memiliki kegiatan. "Awalnya kami mengundang tahlil. Memberi doa kepada suami yang sudah meninggal," jelasnya.

Memang untuk mengawali itu semua cukup sulit. Namun karena tekad yang kuat akhirnya ibu-ibu janda bisa berkumpul. Bahkan antusiasme mereka sangat tinggi.

Pertama kali kumpul, lanjut Tatik, ada 35 janda yang ikut. Namun lama-lama banyak yang berminat. Dari data yang ada lebih dari 50 janda terdaftar.

"Saat ini yang aktif 50 ibu-ibu. Dan mereka selalu hadir dalam setiap kegiatan, meskipun hujan deras juga menyempatkan datang," sebutnya.

Usianya anggota yang tergabung bervariasi. Mulai dari 40 hingga 70 tahun. Namun paling banyak adalah 50 tahun ke atas.

Perkumpulan yang terbentuk sejak 14 Januari 2014 ini pun semakin dikenal masyarakat di sana. Bahkan pihak desa juga sangat mendukung keberadaan perkumpulan janda ini. Sebab, selama ini perkumpulan yang bernama Miftahus Surrur itu berdampak positif bagi warga Desa Turus. Terutama mereka yang berstatus janda.

Tak jarang jika ada yang hendak bergabung, mereka malu-malu. Terutama mereka yang masih tergolong muda. Namun dengan motivasi dan semangat dari teman-teman sesama janda, sifat malu itupun pudar. "Saya dan teman-teman saling mengingatkan. Untuk yang muda-muda kami juga sering beri motivasi. Apalagi jika ingin menikah, kami selalu mendukung," imbuh pembina Perkumpulan Janda Miftahus Surrur sekaligus menjabat sebagai sekretaris desa tersebut.

Janda berusia muda yang dimaksud adalah mereka yang dibawah 50 tahun. Tatik menyampaikan bahwa pernah mendatangkan ustadz. Untuk menjadi pembicara pada kegiatan pengajian perkumpulan tersebut. Ustadz juga menyampaikan hal senada. Memberi motivasi dan saran. "Alhamdulillah tak lebih dari satu bulan. Ada dua anggota kami yang menikah. Kami juga ikut senang," katanya.

Hal itulah salah satu sisi positif pada perkumpulan berseragam ungu itu. Saling memberi motivasi. Sebab selama ini mereka sulit untuk mengungkapkan curhatannya. Membantu sesama. Berjuang bersama dan memberikan warna pada Desa Turus. Tatik berharap dengan adanya perkumpulan yang sudah berdiri sejak lima tahun silam ini bisa menjadi embrio. Menjadi contoh bahwa tak ada kata menyerah dan putus asa. Saling memberi dukungan agar silaturahmi tetap terjaga.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia