Minggu, 22 Sep 2019
radarkediri
icon-featured
Features

Ekspedisi Kali Serinjing, Telusur Sejarah Terbentuknya Kediri (5)

Candi Kepung, Petirtaan Kuno Dekat Serinjing

23 Maret 2019, 15: 53: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

ekspedisi serinjing candi kepung

JEJAK SEJARAH: Tumpukan bata di lokasi tertimbunnya Candi Kepung. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Candi Kepung merupakan salah satu bukti peradaban yang terdapat di sekitar aliran Kali Serinjing. Sebuah candi yang diidentifikasi sebagai petirtaan kuno. Candi dengan struktur paling lengkap yang tertimbun akibat letusan Gunung Kelud.

Cukup banyak bukti sejarah di sekitar Kali Serinjing. Selain wilayah pemukiman kuno di daerah hulu, di lokasi lain juga ditemukan petirtaan yang dikenal dengan nama Candi Kepung. Lokasinya ada di Dusun Jatimulyo, Desa/Kecamatan Kepung.

Sangat mudah untuk menjumpai letak candi yang selama ini digadang-gadang sebagai penemuan petirtaan terlengkap di Kediri tersebut. Berada di jalan utama Kepung-Keling. Tepat di sebelah barat Masjid Al-Falah, Dusun Jatimulyo. Berada di halaman rumah Almarhum Sukemi. Jika ditarik garis lurus, letak penemuan petirtaan yang ditimbun lagi sejak 1990-an itu hanya sekitar 300 meter dari Kali Serinjing yang ada di timur petirtaan.

Penggiat Budaya Romy Hari Sasongko mengangkat candi tersebut sebagai bahan skripsinya. Dia menerangkan bahwa candi dengan struktur bangunan utamanya terbuat dari batu bata merah itu ditemukan pada 1983.  Saat ditemukan, semua bagian bangunannya tertutup tufa vulkanik hasil erupsi Gunung Kelud. “Saat ditemukan bangunan petirtaan tersebut tertutup endapan vulkanik pada kedalaman 5-6 meter,” sebutnya.

Petirtaan tersebut menyerupai Candi Tikus yang ada di Trowulan Mojokerto. Dan merupakan candi dengan bagian terlengkap yang pernah ditemukan di Kabupaten Kediri.

candi kepung

WARISAN BUDAYA: Penampakan Candi Kepung sebelum tertimbun lagi. (Dokumen Romy for radarkediri.id)

Dari sejumlah penelitian, ada menara yang berdiri di petirtaan tersebut. Seluruhnya berjumlah 9 menara. Terdiri dari menara pusat yang dikelilingi 8 menara lainnya. Menara yang terletak di sudut berukuran paling kecil. Ada juga kolam yang mengelilingi menara tersebut.

Dari penjelasannya, dinding petirtaan bentuknya bertingkat-tingkat. Semakin menjauh, kolam semakin tinggi letaknya. Pada beberapa tempat antar-dinding terdapat selasar tanah. Hingga ekskavasi 1989 telah ditemukan 4 tingkat dinding. Sementara pintu masuk terletak di sisi barat bangunan petirtaan.

“Bagian pintu masuk yang sudah ditemukan adalah anak tangga dan pipi tangga sebelah utara,” imbuhnya.

Sementara di sekitar petirtaan juga ditemukan sejumlah fragmen kuno. Seperti keramik yang sebagian besar temuan berwarna hijau, putih, abu-abu, putih kebiruan, hijau kecokelatan dan cokelat kehitaman. Menurut asal keramik, temuan tersebut didominasi keramik asing dari Tiongkok. Sebagian kecil lainnya dari Thailand dan Eropa.

Jika ditinjau dari asalnya, dapat diperkirakan hampir seluruh temuan keramik berasal dari Dinasti Sung (abad X-XIII) hingga Yuan (XIII-XIV). Sehingga rekonstruksi periodesasi aktivitas budaya yang berada di sekitar petirtaan merupakan hasil budaya masyarakat yang berkembang pada kurun waktu abad X-XIV.

Sementara dari keterangan penggiat budaya sekaligus Ketua Komunitas Pelestari Sejarah dan Budaya Novi Bahrul Munib, jika ada sebuah petirtaan, tak jauh letaknya ada sumber. Dan sumber air paling dekat adalah adalah Kali Serinjing. Kemungkinan besar air ke petirtaan memanfaatkan aliran Kali Serinjing.

Kini, petirtaan tersebut sudah ditimbun kembali. Bekas timbunan petirtaan yang saat ini berada di pekarangan Binti Alifah itu cukup luas. Tidak ada bangunan baru di atasnya. Bahkan, beberapa kali, dari keterangan Binti tanahnya sempat ditawar oleh orang. Namun dia belum menjualnya.

Penimbunan ini untuk melindungi struktur bangunan bersejarah tersebut. Sementara sejumlah penemuan lain seperti jaladwara atau pancuran disimpan di Museum Trowulan.

 

Candi Kepung

Lokasi                  : Dusun Jatimulyo, Kepung, 300 meter barat Kali Serinjing.

Spesifikasi            :

-         Batur dengan menara-menara ukuran 3,69 m x 3,69 m, dan tinggi 1,5 m.

-         Terdapat jaladwara berbentuk makara di tiap sudut batur.

-         Kemungkinan ada pancuran serupa di tiap sisi batur.

-         Ada 3 pancuran di timur laut, barat laut, dan barat daya.

-         Ada kolam ukuran 12 m x 12 m mengelilingi menara

-         Dinding Petirtaan bertingkat-tingkat,

-         Atap bersususun, berhias simbar-simbar.

Sumber: Soekatno, 1989.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia