Selasa, 12 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Banjir Papar Surut, Tutup Posko Pengungsi

23 Maret 2019, 15: 36: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

banjir papar

MASIH TERSISA: Warga Dusun Bulurejo berada di antara tumpukan bahan makanan hasil dari bantuan masyarakat yang diterima posko bencana banjir Papar, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Genangan air banjir yang di Dusun Bulurejo, Desa/Kecamatan Papar sudah mengering sejak kemarin pagi. Aktivitas warga pun mulai berangsur normal. Mereka sudah bekerja dan menjalankan kegiatan sehari-hari seperti sebelum banjir menerjang.

Demikian pula dengan posko penanggulangan bencana yang dibuka sejak Kamis pagi (21/3). Posko yang menggunakan rumah salah seorang perangkat desa itu juga resmi ditutup kemarin.

“Personel juga akan saya tarik kembali ke markas. Tetapi kami akan tetap monitoring dengan perangkat desa setempat untuk kondisi terbaru,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira kepada koran ini.

banjir papar

MENGGENANG: Banjir di Papar mulai surut. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Kediri, di posko bencana tersebut masih ada kebutuhan untuk pengungsi. Terutama bahan makanan dan minuman. Terlihat beberapa dus air mineral dalam kemasan, beras, mie, gula, dan bahan makanan lain. Barang-barang itu merupakan kiriman dari beberapa donatur untuk membantu warga yang terdampak banjir.

Menurut Randy, posko tersebut didirikan sejatinya bukan untuk menampung atau menerima bantuan. Bahkan pihak BPBD tidak menggalang atau meminta agar dikirim bantuan ke sana. Sebab, ia menilai kondisi dan kebutuhan warga di lapangan masih dapat ditangani oleh BPBD.

Bantuan berupa bahan makanan itu murni inisiatif masyarakat. Yang berdatangan setelah  mendengar kabar tentang bencana banjir tersebut. Dan itu tanpa sepengetahuan pihak BPBD terlebih dulu.

Bantuan yang datang itu datang dari berbagai kelompok. Juga ada beberapa instansi pemerintah dan swasta. Kebanyakan mereka berinisiatif memberi sumbangan karena mendengar kabar dari media. Baik media massa maupun media sosial (medsos).

“Tetapi kami juga tidak mungkin menolak atau melarang pihak manapun memberikan bantuan. Semua menjadi pertimbangan dan kebijakan masing-masing. Yang pasti kami tidak membuka posko itu untuk penggalangan dana,” tegasnya.

Posko itu menurut Randy sejatinya hanya difungsikan untuk penanganan darurat saja. Selain itu, juga untuk menjadi dapur umum bagi warga terdampak banjir.

Sementara itu, kemarin, Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno juga mendatangi lokasi. Menurutnya, bantuan-bantuan dari masyarakat itu masih sangat relevan. Pasalnya, meski banjir telah kering, belum semua tanggul bisa diperbaiki. Sementara hujan juga masih sering mengguyur daerah tersebut.

“Ada beberapa pihak yang menitipkan bantuan kepada kami. Bantuan ini bisa dipergunakan oleh warga ke depannya. Mengingat kondisi ada dua tanggul yang masih belum bisa diperbaiki,” tuturnya kepada koran ini sesaat sebelum meninggalkan posko kemarin sekitar pukul 15.30 WIB.

Sementara itu, Pemdes Papar mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah perhatian dengan keadaan yang dialami warganya. Termasuk juga para pihak yang memberikan bantuan di sana.

Lalu, bagaimana dengan bantuan yang tersisa setelah posko pengungsi ditutup? Menurut Kades Papar Kelik Priyono, terhadap sisa bantuan yang ada, Pemdes akan membagikannya secara merata. Yaitu kepada warga Dusun Bulurejo yang terdampak banjir pada Rabu (20/3) kemarin.

“Kami akan langsung bagikan per rumah secara merata. Saya pribadi tidak ingin ada yang salah paham dengan pembagiannya ini,” ungkap Kelik Priyono.

Untuk diketahui, Dusun Bulurejo, Desa/Kecamatan Papar tergenang banjir pada Rabu (20/3) kemarin. Selain karena intensitas hujan yang relatif tinggi, banjir juga terjadi karena adanya tanggul yang jebol.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia