Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik
Banjir Papar

Air dari Dua Tanggul ‘Kepung’ Dua Dusun di Papar

23 Maret 2019, 08: 11: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

banjir papar

Banjir di Papar (Grafis: Sahrul Mubarok - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI - Banjir yang merendam ratusan rumah di Desa Papar terbilang parah. Penyebabnya bukan hanya karena intensitas hujan yang tinggi saja. Tetapi juga karena dua tanggul yang jebol. Praktis, air seperti mengepung dua dusun yang ada di sekitar tanggul.

Tanggul apa saja yang membuat dua dusun itu tergenang? Yang pertama adalah tanggul dari aliran sungai sekunder Mejono. Tanggul itu jebol hampir sepanjang lima meter. Lokasi kerusakan sebenarnya di Desa Ngampel, Papar. Namun, karena aliran air ke arah barat, yang terdampak banjir justru Dusun Tawangrejo dan Dusun Bulurejo, keduanya masuk Desa Papar.

“Sedangkan tanggul satunya dari aliran sungai sekunder Mojolegi di Desa Papar. Di sana justru panjang jebolnya, sekitar 15 meter,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira.

banjir

TETAP CERIA: Bocah warga Dusun Bulurejo, Desa Papar, memanfaatkan air banjir untuk bermain. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Itulah yang membuat Dusun Tawangrejo dan Bulurejo terendam air dengan ketinggian bervariasi. Bahkan ada yang mencapai ketinggian satu meter. Bergantung pada kontur jalan dan wilayah yang terdampak.

Akibat banjir paling terasa di Dusun Bulurejo. Kondisi kontur di tempat ini memang relatif lebih rendah dibanding sekitarnya. Membuat buangan dari sungai sekunder Mejono yang berada di timurnya pun menerjang. Arus banjir relatif kencang menuju arah barat.

Sementara itu, ketinggian air di Dusun Tawangrejo berkisar 20 – 40 sentimeter. Dusun ini tak terendam terlalu parah karena tanahnya lebih tinggi. Setidaknya bila dibandingkan dengan Dusun Bulurejo.

Menurut Kades Papar Kelik Priyono, setidaknya ada 200 rumah yang terendam banjir. Namun ketinggiannya pun bervariasi. Ada rumah yang hanya tergenang 10 – 20 sentimeter. Namun ada pula yang mencapai selutut orang dewasa.

“Di sini sudah langganan banjir setiap tahunnya. Hanya saja tahun-tahun lalu karena luapan air saja, bukan karena ada tanggul jebol,” papar Kelik kepada Jawa Pos Radar Kediri pada Kamis dini hari kemarin.

Pihak pemerintah desa (pemdes), menurut Kelik, belum menghitung kerugian material akibat banjir tersebut. Namun Kelik menyebut warganya sudah mulai mengamankan barang-barangnya sejak Selasa (19/3), saat banjir belum tinggi.

Berdasarkan pengamatan koran ini, sudah banyak sofa dan perkakas lainnya yang ditaruh di tempat yang lebih tinggi. Selain itu, ada pula beberapa sepeda motor dan mobil yang juga terendam banjir meskipun tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, debit air sungai yang tinggi juga meluap ke jalan raya Papar – Pare. Lokasi paling parah berada di sekitar SMK Pemuda Papar. Arus lalu lintas pun terpaksa dilakukan sistem buka-tutup.

Kondisi kontur jalan yang lebih tinggi sisi selatan jalan membuat arus mengalir deras ke arah utara. Karena arus yang deras itu pula banyak pengendara sepeda motor yang terpeleset dan jatuh.

Selain itu, banjir juga menggenangi puluhan hektare lahan persawahan yang ada di sana. Beruntung mayoritas petani sudah memanen padi di sana sebelum banjir terjadi. “Hanya ada sekitar 5 hektare yang belum panen. Kerugian karena gagal panen diperkirakan mencapai Rp 125 juta,” klaimnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia