Sabtu, 20 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Ratusan Rumah Terimbas  Banjir, Warga Enggan Mengungsi

23 Maret 2019, 07: 15: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

banjir papar

CARI TEMPAT AMAN: Sri Maryati dan anaknya menaiki perahu karet yang disiapkan unit reaksi cepat BPBD. Banjir menggenangi dua dusun di Desa/Kecamatan Papar. (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Warga Dusun Bulurejo, Desa/Kecamatan Papar, sepertinya sudah akrab dengan luapan air yang membanjiri daerahnya. Oleh karenanya, saat ada tanggul jebol mereka tidak merasa ada yang berbeda. Bahkan ketika air datang menggenang perkampungan mereka sejak Selasa (19/3), mayoritas warga pun lebih memilih tetap di rumahnya masing-masing. Warga masih bergeming meskipun air semakin tinggi pada Rabu (20/3) malam.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Kediri, sejatinya area yang terdampak banjir relatif luas. Mencapai dua dusun. Ratusan rumah pun tergenang air, meskipun dengan ketinggian yang berbeda-beda. Pun demikian, tak banyak dari mereka yang bersedia dievakuasi. Selain mayoritas mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut juga karena  faktor harta dan benda. Mereka pilih bertahan di rumah masing-masing karena tak ingin kehilangan harta benda bila ditinggal pergi.

Padahal, tim evakuasi sudah siap sejak sore hari. “Kami khawatir dengan kondisi warga, soalnya listrik masih menyala dan dimungkinkan terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Komandan Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Kediri Windoko saat ditemui koran ini pada Kamis (19/3) dini hari.

banjir papar

TETAP CERIA: Bocah warga Dusun Bulurejo, Desa Papar, memanfaatkan air banjir untuk bermain. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Pihak BPBD Kabupaten Kediri memang langsung menurunkan dua perahu untuk mengevakuasi warga. Bersama dengan Pemdes Papar, bhabinkamtibmas, babinsa, dan para relawan mereka pun mulai menyusuri banjir.

Satu per satu warga yang masih terjaga pun ditawarkan untuk evakuasi. Khususnya untuk lansia, ibu-ibu dan anak kecil. Namun hanya beberapa yang bersedia untuk ikut dengan petugas menuju tempat pengungsian. Mayoritas memilih untuk tetap berada di rumah.

Secara bergantian perahu membawa 2 – 6 penumpang. Warga pun lalu dievakuasi di gedung PNPM Desa Papar. Pengungsi pada saat itu ada 5 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 14 orang.

“Mereka akan mendapat bantuan sepaket sembako per KK dan selimut 14 biji,” imbuh pria yang akrab disapa Bang Win tersebut.

Pagi harinya, mereka pun langsung kembali lagi ke rumah masing-masing. Sementara itu, untuk pengungsi terbaru berdasarkan data yang dihimpun koran ini masih belum ada lagi. Meskipun begitu, posko bencana telah didirikan di sana.

Selain untuk tempat mengungsi sewaktu-waktu warga terdampak, di sana juga ada dapur umum. Posko itu sendiri didirikan di sebuah rumah milik salah satu perangkat desa.

Hal itu memang sengaja diusahakan juga oleh Pemdes Papar. Mereka menyadari bahwa banjir karena tanggul jebol ini memang relatif lebih parah dibanding sebelumnya. “Kami sediakan dapur umum karena dapur sudah tidak bisa ngebul lagi,” tutur Kades Papar Kelik Priyono kemarin pagi.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangannya dusun tersebut memang dikepung beberapa aliran sungai. Tidak hanya di timur dusun itu saja, ada pula sungai yang meluap di selatannya. Hanya saja tidak separah aliran sungai sekunder Mejono.

Terkait tanggul yang jebol, pihak BPBD Kediri akan membantu menyediakan peralatan yang dibutuhkan. Yaitu untuk membuat tanggul darurat. Pihaknya sendiri akan menyediakan seribu kantong gelangsing, 20 sesek bambu, dan 40 patok. Akan tetapi untuk material pasir untuk mengisi gelangsing tersebut disediakan oleh Pemdes Papar.

Lebih lanjut, berdasarkan data terbaru, banjir sudah mulai mengalami penurunan debit air. Ketinggian air diperkirakan “hanya” mencapai 40 sentimeter. Sementara itu, ada lima rumah yang masih terendam setinggi 10 sentimeter.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia