Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Lantai Dua Blok A Pasar Setonobetek Sepi

Sejumlah Pedagang Memilih Sewa Lapak di Bawah

23 Maret 2019, 06: 52: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar setonobetek

SEPI: Lantai dua blok A Pasar Setonobetek. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Sudah lebih dari lima bulan gedung baru Blok A Pasar Setonobetek digunakan. Beberapa bulan sejumlah pedagang lantai dua juga mulai merasakan naiknya omzet berjualan. Meski demikian, nyatanya masih banyak kios dan lapak yang masih kosong. Bahkan, sejumlah pedagang memilih untuk menyewa lapak di lantai bawah.

Dari sejumlah informasi, beberapa pedagang dengan jenis tertentu tetap enggan menempati lapak di lantai dua yang disediakan. Hal ini lantaran mereka masih menganggap lantai 2 tidak srategis.

Sugianti, salah satu pedagang yang masih bertahan di lantai 2 mengungkapkan, pedagang yang pindah ke lantai bawah akibat di lantai 2 selama ini masih saja tidak menunjukkan perkembangan. “Beberapa pilih turun. Sewa lapak di bawah,” katanya.

Memang dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pedagang yang sama sekali tidak menempati lantai atas adalah dari pedagang sayur dan pracangan. Juga sebagian jajan pasar, kerupuk, jahit dan warung nasi.

Padahal, sejumlah pedagang tersebut telah dijatah untuk menempati lapak di lantai dua. Kondisi inilah yang membuat Sugianti dan beberapa pedagang lain yang ada di lantai dua gelisah. Sebab apabila terus seperti ini, pembeli tidak akan mungkin naik ke lantai dua. Karena sebagian pedagang masih ada yang di bawah. “Kalau pedagang di atas banyak pasti pembeli juga banyak yang njujuk (menuju, Red) ke sini,” harapnya.

Sebelumnya, hal senada juga disampaikan Purnomo. Satu-satunya penjual nasi yang masih bertahan di lantai dua ini juga merasakan apa yang dialami pedagang lain.

Dia menyebut bahwa mulai dalam kurun waktu lima bulan ini kondisi pasar masih tidak ada perubahan yang berarti. “Masih sama Mas, jumlah pedagang juga seperti dulu, tidak ada penambahan,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini terutama pedagang makanan basah atau warung banyak yang bertahan di bawah. Bahkan pedagang sayur juga demikian, mereka masih memanfaatkan lokasi penampungan dan beberapa tempat di bawah yang dianggapnya strategis. Hal inilah yang menurutnya membuat lantai dua tidak ada berkembangan.

“Seharusnya pihak pasar ada solusi. Padahal semua pedagang sudah diberi surat imbauan dan peraturan pasar kalau tidak harus sesuai denah yang ditetapkan,” tegasnya.

Bahkan kemarin lapak berupa los sama sekali terlihat kosong. Tidak ada pedagang yang mau menempati lapak terbuka tersebut. Selama ini, pembeli enggan naik ke atas lantaran masih minimnya pedagang. 

Kasmiatun misalnya, seorang pembeli yang datang ke Pasar Setonobetek menyebut bahwa sempat beberapa kali naik ke lantai atas. Dia saat itu membeli gerabah. Dia menyayangkan adanya pedagang yang masih saja enggan menempati lantai atas. “Kasihan pedagang yang sudah rela di atas. Seharusnya yang lain bisa kompak. Biar lantai atas bisa ramai,” harapnya.

Keresahan lain yang dialami pedagang lantai dua adalah dari sisi fasilitas. Sudah dua kali pompa air di lantai atas rusak. Bahkan WC di sana pun tak lama ini juga sempat mengalami mampet. Tak hanya itu, kebocoran di sejumlah kios lantai dua juga belum ada penanganan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia