Kamis, 19 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

HUKUM - Pembunuh Etika Divonis Sembilan Tahun

21 Maret 2019, 12: 41: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

TAK BANDING: Agus Dwi Hermawan, terdakwa pembunuh Etika Fahru Nisa, mendengarkan pembacaan putusan di PN Nganjuk, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Agus Dwi Hermawan, 25, terdakwa pembunuh Etika Fahru Nisa, 26, belum bisa menghirup udara bebas dalam waktu dekat. Dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan kemarin, pria asal Desa Garu, Baron itu divonis sembilan tahun penjara. Dia dianggap terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan.

          Sidang dimulai sekitar pukul 11.30.           Ketua Majelis Hakim Anton Rizal Setiawan sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) yang menjerat terdakwa dengan pasal 338 KUHP. “Terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pindana pembunuhan,” katanya.

          Karenanya, Agus divonis sembilan tahun penjara.  Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan tiga tahun dari tuntutan JPU. Sebelumnya, Agus dituntut hukuman 12 tahun penjara.

          Menurut Anton, ada beberapa hal yang memberatkan putusan Agus. Yang pertama, perbuatan Agus yang dengan sengaja menghilangkan nyawa perempuan asal Desa Wonoasri, Pagu, Kabupaten Kediri itu. Kemudian, pembunuhan itu menimbulkan keresahan di masyarakat. 

          Yang meringankan, Agus memiliki niat baik untuk meminta maaf pada keluarga Etika. “Keluarga korban juga sudah memaafkan terdakwa,” lanjut Anton sembari menyebut hakim juga mempertimbangkan sikap Agus yang tidak berbelit-belit dan mengakui perbuatannya.

          Pertimbangan lainnya, Agus dianggap masih muda. Sehingga, punya kesempatan untuk memperbaiki diri. “Terdakwa mengaku bersalah, menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” terang Anton.

          Setelah majelis hakim membacakan putusan, Agus diminta menyampaikan tanggapan. Melalui Prayogo Laksono, penasihat hukumnya, Agus mengaku menerima putusan tersebut. “Kami tidak mengajukan banding,” ujar Prayogo sembari menyebut putusan sudah pas dan sesuai perbuatan yang dilakukan kliennya.

          Hal yang sama juga diungkapkan JPU Endang Dwi Rahajoe. Meski vonisnya lebih ringan, Endang mengaku menerima putusan tersebut. Seperti diberitakan, Agus membunuh Etika pada Senin, 30 Juli 2018 lalu. Agus yang marah karena permintaannya berhubungan intim di tangkis sungai Apur, Desa Pandantoyo, Kertosono lantas menjadi kalap. 

          Dia langsung mencekik perempuan yang dipacarinya itu. Setelah perempuan berambut lurus itu lemas, tubuhnya dibuang ke sungai Apur. Tubuhnya ditemukan mengambang di sungai selang sehari kemudian.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia