Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Jalan Tol Sumbang Nilai Investasi Puluhan Triliun

Penanaman Modal di Nganjuk Enam Tahun Terakhir

21 Maret 2019, 12: 24: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

Tol

PENYUMBANG TERBESAR: Proyek tol Trans Jawa memiliki kontribusi paling besar investasi di Kabupaten Nganjuk selama enam tahun terakhir. Nilainya mencapai puluhan triliun. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Nganjuk sudah mencapai puluhan triliun selama enam tahun terakhir. Proyek pembangunan jalan tol Trans Jawa dan jembatan menjadi penyumbang tertinggi.

          Data yang dihimpun dari dinas penanaman modal, perizinan terpadu satu pintu (DPMPTSP) menyebut, sejak enam tahun lalu, total nilai investasi yang masuk ke Kota Angin sebesar Rp 49,98 triliun. Dari jumlah itu, sektor konstruksi bangunan sipil menjadi penyumbang terbesar, yakni Rp 45,739 triliun.

Itu berarti kontribusi bidang tersebut mencapai 91 persen. Adapun sektor lain di antaranya adalah perdagangan Rp 3,301 triliun, pertanian Rp 798,855 miliar. Kemudian, pertambangan dan galian C Rp 75,55 miliar,  perindustrian Rp 34,594 miliar, sektor lain-lain sebesar Rp 21,726 miliar dan perhotelan atau penginapan sebesar Rp 3 miliar.

          Ada pula sektor jasa hiburan dan rekresi sebesar Rp 2,671 miliar, kesehatan Rp 2,165 miliar. Hingga gedung perumahan ruko sebesar Rp 300 juta dan perikanan Rp 3 juta.

          Plt Kepala DPMPTSP Kabupaten Nganjuk Sudrajat mengakui, nilai investasi tahun lalu memang besar. Salah satu faktornya adalah adanya pembangunan proyek jalan tol Trans Jawa yang mencapai puluhan triliun. “Jalan tol dan jembatan masuk kategori konstruksi bangunan sipil,” ujar Sudrajat.

          Meski menjadi yang tertinggi, Sudrajat mengungkapkan, sektor perdagangan dan industri yang menyerap tenaga kerja terbanyak. Karena itulah, tahun ini, pihaknya berharap nilai investasi sektor tersebut tetap tinggi. “Ada ribuan tenaga kerja yang terserap dari perdagangan,” lanjutnya.

          Dengan tingginya nilai investasi tersebut, Sudrajat berharap, ada lebih banyak investor yang masuk ke Nganjuk. Tidak hanya penanaman modal dalam negeri (PMD), tetapi juga penanaman modal asing (PMA).

          Saat ini, Sudrajat menyebut, ada sebanyak 30 perusahaan dan industri yang berdiri di Nganjuk. Di antaranya, perusahaan asing yang berdiri di Desa Kedungsuko, Kecamatan Sukomoro. Selebihnya, ada dua perusahaan asing di Lengkong dan Sawahan yang juga ingin berinvestasi. “Ada perusahaan kaos kaki dan geothermal,” terang pria yang juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nganjuk ini.

          Di luar itu, ada tujuh industri yang tengah melakukan proses perizinan di DPMPTSP. Karenanya, saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut belum beroperasi. “Menunggu perizinan dulu,” imbuhnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia