Minggu, 22 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Satpol PP Segel Perumahan yang Belum Kantongi IMB

20 Maret 2019, 19: 35: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

perumahan tak berizin

JANGAN MELINTAS: Petugas satpol PP memasang pita kuning sebagai tanda penyegelan pada perumahan yang nekat membangun unit meskipun tak mengantongi IMB, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyegel perumahan yang berada di Desa Sambiresik, Gampengrejo, kemarin. Penyegelan terjadi karena pihak pengembang perumahan belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Padahal di perumahan itu sudah berdiri beberapa unit rumah.

Penyegelan itu tidak begitu saja dilakukan oleh pihak Satpol PP Kediri. Pihak Satpol telah melalui proses panjang sebelum bertindak tegas. Yaitu memberikan peringatan terlebih dahulu. Sayangnya, beberapa kali peringatan itu tak diindahkan oleh pihak pengembang. Karena itu satpol PP akhirnya memasang pita kuning tanda penyegelan.

“Kami telah melakukan pembinaan sejak 9 Oktober tahun lalu. Pada waktu, yang bersangkutan kami berikan imbauan agar segera mengurus IMB,” ungkap Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kediri Yusuf Abraham saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri kemarin siang.

Saat itu pihak satpol PP juga telah memberikan waktu untuk mengurus IMB. Namun pada saat dilakukan pemeriksaan yang kedua kalinya, pada 10 Januari lalu, tetap belum ada izin yang dikantongi. Teguran kedua pun diberikan kepada pihak pengembang.

Hingga akhirnya Rabu (13/3) pihak satpol PP datang untuk yang ketiga kalinya. Setali tiga uang, IMB di sana pun tetap belum dikantongi pengembang. Teguran ketiga pun melayang. Ultimatum pun diberikan kepada pihak pengembang untuk segera mengurus izin dalam waktu 5 hari kerja.

“Saat tadi (kemarin, Red) kami mengecek ke sana lagi, tetap belum ada izin yang dimilikinya. Sehingga kami pun terpaksa melakukan penyegelan tersebut,” terangnya.

Meskipun begitu, pihak pengembang mengaku sejak Mei tahun lalu sudah mulai mengurus IMB tersebut. Tetapi karena satu-dua hal izin tersebut belum bisa keluar. Hanya saja pihak pengembang tetap nekat melakukan pembangunan perumahan tersebut.

Padahal, menurut peraturan yang ada, pembangunan baru bisa dilakukan setelah mengantong IMB. Sehingga praktik yang dilakukan pengembang tersebut jelas melanggar peraturan yang ada. “Jangan izinnya masih atau sedang diurus tetapi sudah dilakukan pembangunan,” ingatnya.

Di perumahan tersebut telah berdiri sebanyak 42 unit bangunan dengan tipe 36. Pembangunan tersebut masih berada pada tahap pertama. Sementara IMB belum keluar, pihak perumahan kini sedang melakukan pembangunan tahap kedua. Yaitu kurang 50 unit lagi.

Dengan penyegelan tersebut, aktivitas pembangunan dan semacamnya tidak boleh dilakukan oleh pengembang. Seluruh aktivitas pembangunan harus berhenti total. Pembangunan baru bisa dilanjutkan setelah pihak pengembang sudha mengantongi IMB.

Penyegelan dilakukan satpol PP dengan memasang garis larangan melintas pada akses masuk perumahan tersebut. Selain itu, pada jalan utama di sana juga dipasang tiang pemberitahuan penyegelan. Ada pula sebuah banner penyegelan yang dipaku pada salah satu bangunan perumahan.

Dalam penyegelan kemarin, satpol PP juga melibatkan beberapa stakeholder. Seperti kasun setempat, perwakilan dari sektor perizinan dan perumahan, serta Kapolsek Gampengrejo AKP Mukhlason yang turut mendampingi dalam penyegelan tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia