Kamis, 19 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kakak-Adik Kena 8 Bulan Gara-gara Mencuri

20 Maret 2019, 19: 00: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

curi laptop

TERBUKTI: Dua terdakwa saat sebelum persidangan. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Kekompakan dua bersaudara ini akhirnya berlanjut ke penjara. Siti Ayu Dwi Linda, 24, dan Zaenal Arifin, 19, divonis bersalah dalam kasus pencurian laptop. Kakak beradik dari Desa Bedug, Ngadiluwih, ini dijatuhi hukuman delapan bulan penjara dalam sidang di PN Kabupaten Kediri kemarin (19/3).

Selain kedua bersaudara itu, kasus ini juga menyeret satu terpidana. Yaitu Ananda Siti Karomah, 18. Penduduk Desa Senden, Kayenkidul ini juga dihukum dalam waktu yang sama. Dia adalah pencuri ketiga dalam kasus tersebut.

“Ketiga terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pencurian,” sebut Ketua Majelis Hakim Lila Sari, saat membacakan vonis kemarin.

Ketiga pencuri itu masih beruntung. Karena vonis hakim lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam sidang tuntutan, JPU Lestari meminta hakim menjatuhkan hukuman 10 bulan kepada trio pencuri Siti-Zaenal-Ananda. Karena ketiganya terbukti melanggar pasal 363 ayat (1) ke-3,4,5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Peristiwa pencurian itu berlangsung Rabu, 5 November 2018. Saat itu ketiganya membobol Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftakhul Astar di Desa Bedug. Persis tengah malam, ketiganya masuk ke MI tersebut setelah melintasi persawahan yang berada di belakang gedung sekolah itu. Ketiganya menggunakan tangga untuk melompati tembok belakang sekolah.

Setelah itu ketiganya masuk ruang kepala madrasah. Melalui jendela yang saat itu tidak terkunci.

Polisi berhasil mengungkap kasus itu pada Kamis, 8 November 2018, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu dua di antara tiga pencoleng hendak menjual laptop curian ke pasar loak di Kota Kediri. Mereka yang tertangkap lebih dulu adalah Siti dan Ananda. Dari tangan keduanya polisi mendapatkan barang bukti berupa tiga unit laptop.

Penegak hukum tak berhenti sampai di situ. Mereka menginterogasi dua tersangka. Dari interogasi itulah muncul nama Zaenal. Yang kemudian bisa ditangkap polisi di rumahnya. Dari tangan Zaenal didapati dua unit laptop lagi.

Beberapa pertimbangan membuat hakim memberi hukuman lebih ringan dari tuntutan JPU. Di antaranya, trio pencoleng tersebut belum pernah dihukum sebelumnya. Juga, ketiganya berterus terang mengakui perbuatannya. Ketiganya juga belum sempat menikmati hasil curiannya. “Sedangkan yang memberatkan, perbuatan ketiga terdakwa meresahkan masyarakat,” terang Lila.

Ketiga terdakwa mengaku menerima putusan hakim. Mereka tidak mengajukan banding.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia