Kamis, 17 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

707 CJH Bisa Lakukan Pelunasan

Satu Orang Dipastikan Batal Berangkat

19 Maret 2019, 10: 48: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Haji

CJH (Ilustrasi : Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Kantor Kementerian Agama (Kemenag) sudah menerbitkan  jadwal pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2019. Sesuai edaran, ratusan calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Nganjuk mulai melakukan pelunasan hari ini. Nominalnya sekitar Rp 11 juta.

          Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Nganjuk Mohamad Afif Fauzi mengatakan, surat tentang jadwal pelunasan BPIH baru diterima dari pemerintah pusat kemarin. Dalam surat tersebut, pelunasan dijadwalkan dua tahap. “Sore tadi (kemarin, Red) kami baru menerima email,” ujar Afif kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Dia mengungkapkan, pelunasan tahap pertama dimulai pada 10 Maret-15 April. Itu berarti mulai hari ini, sebanyak 707 CJH Kabupaten Nganjuk bisa melakukan pelunasan. Sedangkan tahap kedua, dimulai pada 30 April – 10 Mei 2019.

          Afif menerangkan, setiap CJH sudah memiliki tabungan haji sebesar Rp 25 juta. Dengan besaran BPIH sebesar Rp 36.59 juta mereka tinggal melunasi sebesar Rp 11.59 juta. “Nanti saat pemberangkatan, akan dikembalikan Rp 6 juta untuk uang saku,” tuturnya.

          Berdasarkan pengalaman tahun lalu, lanjut Afif, tidak semua CJH bisa melakukan pelunasan. Karena  itulah, sebagian CJH harus menunda pemberangkatan di tahun berikutnya.

          Tahun ini, dia memastikan, dari kuota sebanyak 708 orang, satu orang tidak bisa melakukan pelunasan. Sebab, dari laporan yang diterima kemenag, yang bersangkutan meninggal dunia. “Di laporan kami, ada satu CJH meninggal dunia di bulan Januari (2019),” ungkap pria asal Cangkringan, Nganjuk ini.

          Afif menjelaskan, CJH yang meninggal dunia sebelum 25 Februari 2019 tidak bisa digantikan ahli warisnya. Sementara, jika meninggal setelah tanggal tersebut, ahli waris bisa menggantikan keberangkatan. “Meskipun belum mendaftar haji, ahli waris boleh menggantikan,” terangnya.

          Untuk pelunasan tahap kedua, Afif menyebut, jumlah CJH baru diketahui setelah tahap pertama. Terutama CJH lanjut usia (lansia) dan penggabungan suami istri. Saat ini, pihaknya sudah merekap sebanyak 70 CJH lansia yang diusulkan di tahap kedua. “Usulannya setelah tahap pertama tuntas,” tandas mantan kepala KUA Loceret ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia