Minggu, 22 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

USBN - SMP Harus Pinjam Laptop

19 Maret 2019, 10: 40: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

USBN

SIMULASI: Sejumlah siswa kelas IX SMPN 1 Nganjuk berlatih mengerjakan soal USBN, kemarin. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Waktu pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SMP tinggal sepekan lagi. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk memastikan ujian akan digelar berbasis kertas dan komputer. Untuk sekolah penyelenggara ujian online, sebagian harus meminjam laptop karena keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras).

          Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Nganjuk Hadi Sukamto mengatakan, dari 81 lembaga, hanya dua sekolah yang menyelenggarakan USBN berbasis komputer. Yakni SMPN 1 Nganjuk dan SMPN 2 Tanjunganom. “Yang lain manual atau berbasis kertas,” ujar Hadi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Karena hanya dua lembaga, Hadi mengungkapkan, jadwal USBN di SMPN 1 Nganjuk dan SMPN 2 Tanjunanom harus menyesuaikan dengan sekolah lain. Karena itulah, penyelenggaran ujian online tanpa sesi.”Yang online mengikuti sekolah yang ujian manual,” ungkapnya.

          Salah satu pertimbangannya adalah jenis soal di masing-masing sekolah dibuat sama. Yakni 25 persen dari pemerintah pusat dan 75 persen dibuat musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) di pemprov.

          Dengan demikian, Hadi menjelaskan, sekolah menjadwalkan per harinya ada dua mata pelajaran (mapel) yang diujikan. Masing-masing mapel berdurasi sekitar 2 jam. “Baik yang online maupun manual jadwalnya sama,” tutur pria berkacamata ini.

          Dengan jadwal tersebut, sekolah penyelenggara ujian online harus menambah jumlah komputer. Pasalnya, seluruh siswa kelas IX mengikuti ujian di jam yang sama. “Karena tidak ada sesi, jadi semuanya masuk,” terangnya.

          Untuk sarpras di dua sekolah tersebut, Hadi mengakui jumlahnya memang kurang. Meski demikian, sekolah bisa mengantisipasi kekurangan dengan meminjam laptop dari siswa maupun guru.

          Sementara, untuk ujian berbasis kertas, menurut Hadi, naskah soal dalam proses pencetakan. Karena keterbatasan anggaran, disdik hanya meng-cover pencetakan untuk mapel bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan matematika. “Untuk mapel lain, sekolah akan mencetak sendiri. Kami berikan softcopy soalnya,” imbuh Hadi.

          Untuk diketahui, USBN SMP digelar pada 25 Maret-1 April. Rencananya, naskah soal bisa diambil masing-masing subrayon di tempat percetakan pada Kamis besok lusa (21/3). Setelah itu, sekolah akan mengambil naskah soal di tiap subrayon sesuai dengan jadwal ujian.

          Terpisah, Wakil Kepala SMPN 1 Bidang Kehumasan dan Kesiswaan Samsudin mengakui harus meminjam laptop kepada siswanya. Dari 292 peserta USBN, komputer yang tersedia sekitar 100 unit. “Sisanya kami pinjam ke anak-anak,” urainya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia