Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Korupsi Taman Hijau SLG: Hakim Kabulkan Sidang di Tempat

17 Maret 2019, 09: 54: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

korupsi taman hijau slg

Taman Hijau Kediri

Share this          

Pasalnya, majelis hakim telah menyetujui diadakannya pemeriksaan setempat (PS) atau sidang di tempat.  

Ini berarti mereka telah mengabulkan pengajuan usulan yang disampaikan penasihat hukum (PH) terdakwa sebelumnya. Persetujuan ini diungkapkan langsung oleh Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman di ruang Cakra, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya, pada Kamis lalu (14/3).

taman hijau slg

ASRI: Taman Hijau SLG. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Dede menyampaikan keputusannya tersebut setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi mahkota. “Kita agendakan untuk sidang di tempat pada Jumat (29/3) depan. Kita rencanakan sekitar pukul 08.00 WIB,” ujar Dede di hadapan pengunjung sidang pengadilan tipikor.

Hanya saja, sampai kemarin belum ada kepastian terkait jalannya sidang di tempat tersebut. Meski begitu, proses persidangan diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Dede memperkirakan, sebelum salat Jumat agenda tersebut sudah dapat dirampungkan.

Atas keputusan yang diambil hakim pengadilan tipikor tersebut, para terdakwa seakan mendapatkan angin segar. Pasalnya, pihak merekalah yang mengajukan permohonan PS ini. Hal itu disampaikan tim pengacara terdakwa kepada majelis hakim pada saat persidangan Kamis silam (28/2).

Budiarjo Setiawan, PH terdakwa Heni Dwi Hantoro, mengaku senang mendengar keputusan yang diambil majelis hakim. Pihaknya sendiri sangat mengapresiasi atas dikabulkannya permohonan tersebut.

“Hal ini (sidang di tempat, Red) sangat jarang terjadi. Kita apresiasi atas dikabulkannya PS terkait kerugian negara tersebut,” aku Budiarjo kepada Jawa Pos Radar Kediri saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin sore.

Pihaknya sangat yakin dengan PS tersebut, kasus yang membelit tiga terdakwa, Heni, Didi Eko Tjahjono, dan Joko Prayitno menjadi lebih longgar. Bahkan, Budiarjo yakin, PS akan dapat memberikan cahaya baru bagi para terdakwa.

Dalam PS itu sendiri, pihaknya menegaskan akan berfokus pada poin pembuktian kerugian negara. Yaitu apakah benar ada kerugian negara akibat kasus tersebut. Setidaknya dengan digelar PS, menurut Budiarjo, akan dapat membuka perspektif baru dalam kasus dugaan rasuah itu.

“Kita berhasil yakinkan majelis hakim bahwa hasil audit yang dilakukan dari pihak penuntut (jaksa penuntut umum) tidak meyakinkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri menyatakan, menghargai apa pun keputusan yang diambil majelis hakim pengadilan tipikor. Begitu pun dengan adanya keputusan PS dalam kasus ini. Mereka pun siap untuk menjalani apa yang diputuskan oleh majelis hakim.

“Hal itu memang hak dari terdakwa. Kami menghargai keputusan yang ditetapkan majelis hakim,” ungkap Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Kediri Arie Satria Hadi Pratama melalui Kasubsi Penkum Seksi Intelijen Anang Yustisia.

Ia menyatakan, pihaknya hanya menegaskan bahwa tugas jaksa penuntut umum (JPU) hanyalah membuktikan dakwaan yang diberikan. Terkait apa pun agenda yang dijadwalkan, pihaknya akan tetap menerapkan prinsip tersebut. Bahkan terlepas ada atau tidaknya PS itu sendiri.

Agenda sidang kemarin siang memang pemeriksaan saksi mahkota. Tiga terdakwa bergantian dimintai keterangan untuk terdakwa yang lain. Yang pertama diperiksa adalah Didi Eko Tjahjono dan Heni. Keduanya dijadikan saksi untuk terdakwa Joko Prayitno.

Pada sidang tersebut, ketiganya pun bergatian menjadi saksi. Setelah Joko, giliran Didi yang diperiksa. Lalu yang terakhir adalah Heny. Waktu itu, proses persidangan di ruang Cakra, Pengadilan Tipikor selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Sidang kemudian ditunda. Selanjutnya, sidang akan berlangsung pada Kamis (21/3) mendatang. Agendanya adalah pemeriksaan terdakwa.

Proses Pemeriksaan Setempat

1.     Tidak harus dihadiri majelis hakim secara lengkap

2.     Setidaknya ada salah satu dari majelis hakim yang datang ke lapangan

3.     Selain hakim, ada panitera yang bertugas mendampingi dan membuat berita acara PS

4.     Sidang pengadilan berada di tempat perkara terjadi. Dalam kasus ini berarti akan dilakukan di Taman Hijau SLG, Ngasem

5.     Jadwalnya direncanakan mulai pukul 08.00 WIB pada Jumat (29/3)

6.     Pengacara terdakwa akan fokus pada poin pembuktian kerugian negara dan berharap dapat membuka perspektif baru

7.     Kejari Kabupaten Kediri menghargai keputusan majelis hakim pengadilan tipikor dan siap menjalani apa yang telah diputuskan

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia