Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Sertijab KP BI Kediri: Musni Hardi Resmi Gantikan Djoko

17 Maret 2019, 09: 38: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

bank indonesia kediri

JALIN KERJA SAMA: Musni Hardi Kasuma Atmaja didampingi Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dan Djoko Raharto saat memberi sambutan dalam acara sertijab, Jumat (15/3). (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Kepala Perwakilan (KP) Bank Indonesia (BI) Kediri resmi berganti, Jumat (15/3). Djoko Raharto digantikan oleh Musni Hardi Kasuma Atmaja. Dia sebelumnya menjabat Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan.

Sedangkan Djoko akan menduduki jabatan baru sebagai Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta. Serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Hall Grand Panglima, Kota Kediri. Pelantikan pejabat baru dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo.

Dody menyampaikan bahwa pergantian ini merupakan bagian dari BI melakukan rotasi pegawai. “Peralihan ini untuk meningkatkan kepemimpinan leadership dari pejabat-pejabat Bank Indonesia. Untuk Pak Djoko sudah empat tahun lebih, dan ada jabatan baru di Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta,” katanya.

Dody menambahkan, pelaksanaan tugas BI akan tercapai dengan adanya kolaborasi, koordinasi, sinergi yang kuat dengan mitra kerja. Mitra ini dari pemerintahan, instansi terkait, maupun pelaku usaha dan masyarakat. “Bank Indonesia punya tugas utama, dalam hal ini adalah stabilitas terhadap inflasi yang rendah dan tentunya dengan nilai tukar yang stabil,” jelasnya.

Dody melihat, prestasi di wilayah kerja BI Kediri yang terdiri atas tiga kota dan 10 kabupaten cukup baik. Mulai dari pertumbuhan ekonomi maupun inflasi yang rendah. Termasuk beberapa indikator yang lebih baik dari angka nasional.

Selama menjabat KP BI Kediri, Djoko Raharto menilai, ada kerja sama yang bagus dengan stakeholder lain. Hal itu sangat memudahkan kinerja BI. Termasuk dalam pengendalian inflasi.

Djoko yang masuk dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menyatakan, sejak masuk dalam tim empat tahun silam, TPID sudah berprestasi. Pada 2015 masuk jajaran 3 besar. Lalu, 2016 dan 2017 menjadi yang terbaik. “Dan 2018 bisa dibilang juga terbaik. Sebab capaian inflasi Kota Kediri termasuk yang terendah se-Jawa dan Bali,” tandasnya.

Di tempat sama, Musni Hardi Kasuma Atmaja menyampaikan, akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah (pemda) di wilayah kerja BI Kediri. Karena berperan sebagai mitra strategis, pemda harus bisa meningkatkan pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi. “Kita akan segera berkoordinasi dengan TPID. Dan kita perkuat sinergi dengan TPID. Selain itu kita juga akan tetap menjaga pasokan pangan strategis,” ungkapnya.

Musni menyebut, menerapkan 4K dalam menjaga inflasi. Pertama, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelangkaan distribusi, dan komunikasi. Termasuk komunikasi dengan media massa. “Saya juga perlu dukungan dengan teman-teman media, sehingga bisa menjaga komunikasi yang efektif terutama terkait dengan inflasi,” paparnya.

Acara sertijab juga dihadiri Wali Kota Abdullah Abu Bakar. Dalam sambutannya, ia mengatakan, berkat kerja sama yang solid, inflasi di Kota Kediri rendah dan terkendali. Hal ini membuat TPID meraih gelar tebaik se-Jawa Bali dua tahun berturut-turut.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi dengan industri tembakau tercatat 5,14 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tanpa industri tembakau 7,02 persen. Tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka di Kota Kediri juga terus ditekan. Angka kemiskinan 2018 turun menjadi 7,68 persen dan tingkat pengangguran terbuka 2018 menjadi 3,63 persen.

“Kemiskinan kita juga rendah dan yang bagus angka pengangguran terbuka di Kota Kediri terendah sepanjang berdirinya Kota Kediri. Untuk pertama kalinya angka pengangguran di Kota Kediri lebih rendah dari angka pengangguran di Provinsi Jawa Timur,” jelas wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini.

Ia menambahkan, pemkot akan terus berkerja sama untuk menyejahterakan masyarakat. “Semoga kerja sama ini terus berlanjut. Alhamdulillah meskipun Kota Kediri belum menjadi tempat rujukan nasional tapi sudah banyak daerah lain yang berkunjung untuk melihat bagaimana TPID Kota Kediri mengendalikan inflasi,” jelasnya,

Sertijab kemarin juga dihadiri anggota DPR RI Komisi XI Eva Kusuma Sundari, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah, Kepala OJK Kota Kediri Bambang Supriyanto, Perwakilan Kepala Daerah di wilayah kerja Bank Indonesia Kediri, Forkopimda Plus Kota Kediri dan jajaran pejabat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia