Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Musni Hardi Gantikan Djoko Raharto sebagai Kepala BI Kediri

15 Maret 2019, 15: 27: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

djoko raharto kepala BI kediri

KENANGAN: Direktur Jawa Pos Radar Kediri Tauhid Wijaya (kiri) memberikan kenang-kenangan kepada Djoko Raharto, disaksikan kepala BI KPW Kediri yang baru, Musni Hardi Kasuma Atmaja. (Mahfud - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Pergeseran pejabat di Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Kediri akan berlangsung hari ini. Kepala BI KPW Kediri yang lama, Djoko Raharto, bakal digantikan Musni Hari Kasuma Atmaja. Acara serah terima jabatan (sertijab) rencananya bakal berlangsung di Grand Panglima sekitar pukul 08.00 WIB.

Sebagai kepala BI Kediri, Djoko Raharto tergolong memimpin cukup lama. Dia menjalaninya selama 3 tahun 3 bulan. Selama itu pula Djoko mampu menorehkan banyak keberhasilan. Termasuk mampu membuat Kota Kediri sebagai kota dengan tingkat inflasi rendah di Jatim. Sebagai kepala BI Kediri, Djoko masuk sebagai salah satu anggota TPID, tim pengendali inflasi daerah.

“Bersama dengan pemerintah daerah kami bermitra strategis untuk mengendalikan inflasi,” ucap Djoko saat diwawancarai tadi malam.

Tak hanya soal inflasi, selama ini BI Kediri juga menunjukkan komitmen kuatnya untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya pendampingan dan pemberian bantuan dari BI sangat membantu munculnya UMKM-UMKM kuat di wilayah BI Kediri. Beberapa di antaranya bahkan sudah mampu memasarkan produknya ke luar negeri.

Semua langkah yang telah ditorehkan BI Kediri selama kepemimpinan Djoko itu bakal diteruskan oleh penggantinya, Musni Hardi Kasuma Atmaja. Mantan kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan di BI KPW Makassar tersebut menegaskan komitmen BI untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Upaya ke depannya untuk tetap menjadi mitra usaha pemerintahan,” ungkap Musni. Sebelum menjadi kepala BI KPW Kediri, Musni bertugas di Makassar selama dua tahun tiga bulan.

Upaya yang dilakukan untuk menjadi mitra dalam pemerintah dalam hal pengolahan ekonomi. Terutama dalam pengendalian inflansi. Hal tersebut diperkuat dengan dilakukan sinergisitas antara keduanya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia