Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Sidang Korupsi Taman Hijau: Saling Bantah Antar-Terdakwa

Keterangan Tak Konsisten, Hakim Tegur Heni

15 Maret 2019, 14: 13: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

kasus korupsi taman hijau

BERI PENJELASAN: JPU Dedi (berdiri, kiri) bersama terdakwa Didi (berdiri, tengah) dan Joko (berdiri, kanan) saat memberikan penjelasan di hadapan majelis hakim, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

SIDOARJO - Sidang kasus dugaan korupsi Taman Hijau SLG di PN Tipikor Surabaya kemarin (14/3)  berlangsung seru. Masing-masing terdakwa saling membantah keterangan yang diberikan terdakwa lain. Majelis hakim bahkan sempat memperingatkan salah seorang terdakwa, Heni Dwi Hantoro, yang dianggap memberi keterangan berubah-ubah.

Agenda sidang kemarin siang memang pemeriksaan saksi mahkota. Tiga terdakwa bergantian dimintai keterangan untuk terdakwa yang lain. Yang pertama diperiksa adalah Didi Eko Tjahjono dan Heni. Keduanya dijadikan saksi untuk terdakwa Joko Prayitno.

Salah satu bahan keterangan yang dinilai berbeda oleh terdakwa Didi dan Joko adalah terkait penambahan waktu. Bermula ketika Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman menanyakan hal itu. “Apakah ada permohonan penambahan waktu dari terdakwa Joko?” tanya Dede kepada Didi.

Korupsi Taman Hijau SLG

Korupsi Taman Hijau SLG

Mereaksi pertanyaan tersebut, Didi menerangkan bahwa permohonan penambahan waktu sejatinya ada. Tetapi menurut keterangan yang disampaikan Didi dalam sidang kasus dugaan korupsi Taman Hijau SLG ini, permohonan tersebut hanya bersifat lisan saja. Tidak ada surat atau dokumen yang menyertainya.

Hakim pun sempat beberapa kali mempertegas pertanyaan tersebut. Dan Didi teguh dengan pernyataannya. Ia tetap dengan jawaban bahwa permohonan tersebut hanya bersifat lisan semata.

Pemeriksaan pun berlanjut dengan pertanyaan yang lainnya lagi. Kini, giliran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedi Saputra yang melontarkan pertanyaan kepada Didi. Pertanyaan yang diajukan terkait dengan rekening milik PT Harvindo Utama Mandiri (HUM).

“Apa saksi (Didi, Red) mengetahui domisili dari rekening yang digunakan oleh PT HUM tersebut? Apakah tidak aneh jika perusahaan yang pusatnya di Makassar tetapi rekeningnya di Surabaya?” cecar Dedi.

Menyikapi pertanyaan tersebut Didi awalnya terdiam beberapa detik. Terdakwa tersebut terlihat berpikir. Hanya saja, saat memberikan jawaban, Didi mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia mengaku tidak tahu-menahu terkait rekening yang dimaksudkan tersebut.

Setelah Didi dan Heni bersaksi, kini giliran Joko yang memberikan tanggapan atas keterangan keduanya. Yaitu terkait permohonan penambahan waktu. Menurutnya, telah menawarkan untuk membuatkan surat secara tertulis. Namun urung dilaksanakan karena menurut Joko, Didi menyuruhnya untuk langsung saja mengerjakan kekurangan pekerjaan.

Karena itu, Joko membenarkan bila dikatakan tidak ada dokumen atau surat yang menyertai perubahan waktu. Hanya saja, Joko mengaku dia telah menawarkan untuk membuat surat.

Bantahan lain yang dilakukan Joko adalah terkait dengan rekening perusahaan. Menurut Joko, Didi sudah tahu tentang rekening tersebut. Hanya saja, Didi tetap pada keterangannya dan tidak mengakui keterangan yang diberikan Joko.

Pada sidang tersebut, ketiganya pun bergatian menjadi saksi. Setelah Joko, giliran Didi yang diperiksa. Lalu yang terakhir adalah Heny.

Sementara itu, pada persidangan tersebut hakim Dede juga sempat menegur Heni. Hakim menilai keterangan yang diberikan oleh Heni tidak konsisten. Apa yang diucapkan Heni berbeda dengan apa yang diutarakannya pada saat pemeriksaan saksi-saksi.

Salah satunya adalah Heni dulunya mengakui kalau ada kekurangan pekerjaan. Tetapi pada saat ditanya kembali ia berganti keterangan. Dia mengakui tidak ada kekurangan pekerjaan.

Persidangan di ruang Cakra PN Tipikor itu sendiri selesai pada pukul 16.00 WIB. Sidang selanjutnya ditunda hingga Kamis (21/3) mendatang. Agenda sidang nanti adalah pemeriksaan terdakwa.

 

Tentang Sidang Korupsi Taman Hijau SLG

 

- Terdakwa saling bergantian menjadi saksi bagi terdakwa lain.

- Yang pertama diperiksa adalah terdakwa Joko, kemudian Didi, dan terakhir Heni.

- Pemeriksaan cenderung ke soal tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan pengerjaan proyek.

- Sidang akan berlanjut Kamis (21/3).

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia