Jumat, 19 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Puluhan Warga Keluhkan Pengangkatan Perangkat Desa di Kediri

15 Maret 2019, 13: 52: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

ujian perangkat desa

TAK PUAS: Para peserta tes pengisian perangkat di desa-desa Kecamatan Purwoasri menggelar aksi demonstrasi di Pemkab Kediri. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Puluhan warga dari beberapa desa di Kecamatan Purwoasri berunjuk rasa di depan kantor Pemkab Kediri Rabu lalu (13/3). Mereka mengeluhkan pengangkatan perangkat desa di tempatnya masing-masing. Sebab, tes pengisian perangkat yang berlangsung beberapa waktu lalu ada indikasi berlangsung tidak fair.

Sekitar 20-an warga tersebut mendatangi kantor Pemkab Kediri sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka mulai berorasi dan menyampaikan keluhannya di depan pintu barat kantor Pemkab Kediri. Beberapa spanduk protes terhadap hasil pengisian perangkat desa juga dibentangkan.

Salah satu peserta demo pengisian perangkat adalah Ryan Yudo Pramono, 25, warga Desa Pandansari, Purwoasri. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan pengisian perangkat di desanya. “Apa iya, kami yang lulusan S1 dan S2 kalah dari yang hanya SMA,” ujarnya pada saat berorasi di depan massa.

Ryan menilai proses di desanya ada kejanggalan. Salah satunya adalah ujian praktik komputer yang menjadi salah satu materi ujian. Menurutnya beberapa peserta lain kurang memiliki kemampuan yang mumpuni terkait hal tersebut.

Setelah menggelar demo selama sekitar 30 menit, mereka pun meminta untuk dipertemukan dengan perwakilan Pemkab Kediri. Mereka ingin langsung menyampaikan keluhannya. Gayung pun bersambut, sekitar sepuluh perwakilan pendemo diberikan kesempatan untuk audiensi.

Perwakilan Pemkab yang menemui pendemo adalah Plt Kepala Bakesbangpol Mujahid. Selain itu, ada lagi Kabag Hukum Pemkab Kediri Sukadi dan Inspektorat Kabupaten Kediri Nono Soekardi. Audiensi berlangsung di ruang rapat Candra Kirana.

Dalam pertemuan tersebut Ryan kembali menyampaikan keluhannya. Menurutnya hasil ujian harus langsung keluar dan bisa ditampilkan kepada semua peserta. “Seharusnya setelah ujian bisa langsung diumumkan hasilnya,” imbuhnya.

Keluhan yang disampaikan Ryan juga tak berbeda jauh dengan Lisa Kurniawati, 29, warga Desa Mekikis, Purwoasri. Ia pun menyikapi salah satu peserta yang juga kurang berkompeten untuk praktik komputer. Ia mengetahui betul hal tersebut pasalnya ia kenal baik dengan peserta yang dimaksud.

“Dia bahkan belajarnya komputer kepada saya. Belajar untuk nge-print saja baru beberapa hari sebelumnya. Tetapi nilainya justru bagus,” beber Lisa.

Menurut para pendemo, hasil ujian tersebut tidak sesuai dengan perhitungannya. Mereka pun kecewa dengan hasil yang didapatkannya tersebut. Untuk itulah mereka berusaha menyampaikan keresahannya tersebut kepada pihak Pemkab Kediri.

Meskipun pengangkatan perangkat desa kali ini merupakan kewenangan murni dari kepala desa. Sedangkan Bupati hanya memiliki wewenang untuk memberikan izin semata.

Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Sukadi kepada para perwakilan pendemo. Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya semua kewenangan ada di desa. “Meskipun begitu kami tetap akan menyerap aspirasi yang disampaikan tersebut,” ungkapnya kepada para peserta.

Lebih lanjut, aspirasi tersebut diakuinya akan disampaikan kepada pihak Inspektorat Kabupaten Kediri. Namun untuk memberhentikan perangkat, ia menerangkan bahwa pihaknya tidak bisa melakukan. Menurutnya yang bisa memberhentikan perangkat desa adalah yang melantiknya. Yaitu dalam hal ini adalah kades yang bersangkutan.

Sementara itu, Nono juga menyampaikan tanggapannya tentang keluhan pendemo. Ia mengaku akan berusaha menampung semua keluhan tersebut. “Jika memang dirasa ada kejanggalan, silakan menghubungi kami dengan berkirim surat. Nanti akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Untuk diketahui, peserta demo tersebut antara lain berasal dari Desa Mekikis, Pandansari dan Sidomulyo. Semuanya merupakan desa yang ada di Kecamatan Purwoasri. Setidaknya ada sekitar 20 orang yang mendatangi kantor Pemkab Kediri tersebut. Demo sendiri berakhir sekitar pukul 12.30 WIB.

Selain itu, masih ada lagi demo serupa yang dilaksanakan warga terkait pelaksanaan pengisian perangkat desa. Setidaknya dua titik lagi yang mengadakan unjuk rasa serupa. Yaitu di balai Desa Pule, Kandat, dan Desa Pandansari, Ngancar. Hal itu diketahui dari surat pemberitahuan yang dilayangkan kepada pihak kepolisian.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia