Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Amankan 0,18 Gram SS dari Pegawai Koperasi

15 Maret 2019, 11: 40: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

Narkoba

Share this          

NGANJUK-Akhmad Rofi’i, 30, warga Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom harus merasakan dinginnya sel tahanan Polres Nganjuk. Pegawai koperasi itu ditangkap polisi sekitar pukul 20.30, Rabu (13/3) lalu di kontrakannya, Kelurahan Warujayeng, Tanjunganom. Pasalnya, dia kedapatan pesta sabu-sabu (SS) di sana.

          Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk menyebutkan, sebelum menangkap Rofi’i, polisi sudah mendapat informasi jika di kontrakan tersebut sering digunakan untuk pesta narkoba dan minuman keras.

          Dari sana, polisi langsung melakukan penyelidikan selama beberapa bulan. Minggu lalu, tim Satreskoba Polres Nganjuk memutuskan untuk melakukan pengintaian. “Setelah mengetahui benar ada penyalahgunaan narkotika, tim langsung melakukan penyergapan,” kata Kasatreskoba AKP  Sumadi.

          Saat digerebek, Rofi’i masih dalam pengaruh SS. Meski demikian, awalnya dia mengelak disebut mengonsumsi barang haram itu. Tidak percaya begitu saja, polisi lantas melakukan penggeledahan di kamar. Di sana mereka menemukan beberapa barang bukti.

          Mulai satu plastik klip berisi SS seberat 0,18 gram, satu pipet kaca yang masih ada SS-nya seberat total 3,3 gram. Ada pula bong dan botol minyak kayu putih berisi alkohol. “Botol minyak kayu putihnya menggunakan sumbu itu di temukan di atas kasur,” beber perwira dengan pangkat tiga balok  di pundak itu.
          Melihat banyaknya barang bukti yang ditemukan polisi, Rofi’i tidak bisa lagi mengelak. Dia hanya pasrah saat digelandang ke Polres Nganjuk. Kepada polisi, dia mengaku mendapat SS dari Up, pria asal Jombang.

          Agar buruannya tidak kabur, polisi langsung mengejar Up. Tetapi, saat didatangi di tempat Rofi’i biasa bertransaksi, polisi tidak bisa menemukan pria yang dicari tersebut. “Kami masukkan dalam daftar pencarian orang,” tegas Sumadi.

Akibat perbuatan nekatnya, Rofi’i diancam dengan pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 huruf a Undang Undang RI Nomor 35/ 2009 tentang Narkotika. Yaitu, tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli, menjual, membeli, subsisder memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman dan atau menyalahgunakan Narkotika Golongan I. Ancaman hukuman pidana maksimal seumur hidup.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia