Rabu, 24 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Bawaslu Minta KPUD Evaluasi Rekanan

Pelipatan Surat Suara DPR RI Tidak Sesuai Target

15 Maret 2019, 11: 18: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Surat Suara

LAMBAT: Para pekerja baru menyelesaikan pelipatan surat suara DPR RI kemarin siang. Padahal, sesuai target harusnya tuntas pukul 00.00 dini hari. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Pelipatan surat suara pemilihan umum (pemilu) untuk DPR RI yang tidak memenuhi target, jadi catatan Bawaslu Kabupaten Nganjuk. Mereka meminta KPU Kabupaten Nganjuk mengevaluasi rekanan dari Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) itu.

          Anggota Bawaslu Kabupaten Nganjuk Fina Luthfiana mengatakan, dari pengawasan sampai siang kemarin, rekanan masih melakukan pelipatan surat suara DPR RI. Padahal, targetnya mereka harus menuntaskan penyortiran dan pelipatan pada Rabu lalu (13/3). “Tidak sesuai target yang ada di kontrak,” ujar Fina.

          Dengan kondisi tersebut, Fina mengaku khawatir pelipatan surat suara selanjutnya juga tidak sesuai target. Apalagi, tenaga yang dipekerjakan selalu fluktuatif setiap sifnya. “Kadang banyak. Tapi terkadang jumlahnya sedikit,” ungkapnya.

          Apalagi, sampai kemarin Bawaslu juga belum memiliki laporan surat suara yang tersortir dari rekanan. Padahal, surat suara yang tidak terpakai harus dilaporkan ke KPU RI setelah pelipatan selesai setiap harinya.

          Agar pelipatan di hari berikutnya lancar, Bawaslu meminta KPU Nganjuk untuk mengevaluasi kinerja rekanan. “Rekanan harus diajak bicara agar waktu pelipatan sesuai target,” pinta perempuan berkerudung ini.

          Kepala Gudang KPU Kabupaten Nganjuk Nur Hasim mengakui pelipatan surat suara DPR RI meleset dari target. Dari yang seharusnya tuntas pada Rabu lalu (13/3), rekanan baru bisa menyelesaikan sekitar pukul 11.00, kemarin. “Lebih setengah hari,” tegasnya.

          Setelah menyelesaikan DPR RI, kemarin rekanan melanjutkan pelipatan untuk surat suara DPRD provinsi. Nur mengatakan, jumlah tenaga yang bekerja tidak banyak. Jumlahnya di bawah 100 orang. “Tadi (kemarin, Red) saya cek hanya 49 orang,” urainya.

          Dia menargetkan, pelipatan surat suara DPRD provinsi bisa selesai pada Sabtu besok (16/3). Jika meleset lagi, pihaknya bisa memutus kontrak rekanan yang tidak bekerja sesuai target. “Kami akan evaluasi terus sampai Sabtu nanti,” tandas Nur.

          Sebab, selain keterlambatan, KPUD juga belum menerima laporan surat suara yang rusak. Karena itulah, sampai tadi malam, menurut Nur, pihaknya belum melaporkan jumlah suara yang dilipat dan tersortir ke KPU provinsi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia