Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Belasan Siswa SMA Tak Ikut USBN

Yang Sakit Ikut Ujian Susulan Pekan Depan

15 Maret 2019, 11: 13: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

USBN

LANCAR: Siswa SMK Muhammadiyah 2 Nganjuk mengerjakan soal USBN, kemarin. Jika Rabu (13/3) lalu sempat ada kendala di server, hal serupa tidak terjadi lagi. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Tidak semua siswa SMA bisa mengikuti ujian nasional berstandar nasional (USBN) SMA/SMK. Dari laporan yang diterima Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Pemprov Wilayah Kabupaten Nganjuk, ada belasan siswa tidak hadir karena berbagai alasan.

          Kepala Cabdisdik Pemprov Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, sampai kemarin, setidaknya ada 12 anak yang tidak mengikuti USBN SMA. Rinciannya, sebanyak sembilan anak sakit dan empat anak dinyatakan drop out (DO). “Kami baru terima laporan untuk SMA. Yang SMK belum,” ujar Edy kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Edy mengungkapkan, siswa yang tidak hadir karena sakit bisa mengikuti ujian susulan pada 20-22 Maret. Sedangkan mereka yang DO dipastikan sudah keluar dari sekolah. Bahkan, siswa yang bersangkutan tidak terdaftar lagi menjadi peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

          Untuk susulan, lanjut Edy,  ujian tetap menggunakan komputer. Mereka bisa mengerjakan soal di sekolahnya masing-masing sesuai dengan mata pelajaran (mapel) yang tidak diikuti. “Ujian tetap online. Tidak pakai kertas,” kata pria asal Tuban ini.

          Lebih jauh Edy menjelaskan, secara umum USBN di SMA dan SMK berjalan lancar. Listrik padam yang sempat terjadi di SMAN 1 Rejoso di hari pertama (4/3), tidak terulang lagi di sekolah lain.

          Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Nganjuk Garim menyebutkan, USBN di sekolahnya pada Rabu lalu (13/3) sempat mengalami kendala pada server. Akibatnya, siswa harus mengerjakan menggunakan kertas. “Tidak online karena ada gangguan,” kata Garim.

          Garim menerangkan, seharusnya jadwal ujian sesi pertama dimulai sekitar pukul 07.30. Namun sampai sekitar pukul 09.00, aplikasi soal belum bisa digunakan. “Daripada anak-anak terlambat mengerjakan, lebih baik kami minta kerjakan manual,” tuturnya.

          Kendala itu, menurut Garim, terjadi pada server di aplikasi soal milik sekolah. Pasalnya, setelah ujian di hari Selasa (12/3), sekolah menggunakan aplikasi sendiri yang dibeli dari pihak ketiga. Di ujian sebelumnya, SMK di Kelurahan Mangundikaran itu menggunakan server dari pemerintah provinsi (pemprov). “Kalau hari ini (kemarin,Red) sudah lancar. Anak-anak ujian online,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia