Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pegawai Perhutani Praktik Menggandakan Uang

Tipu Ratusan Juta, Bisa Ubah Uang Jadi Miliaran

15 Maret 2019, 11: 08: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Uang

KUMPULKAN BUKTI: Polisi menggeledah kamar di rumah Sumilan tempat menyimpan kardus besar yang konon bisa menggandakan uang. (Polsek Lengkong for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Kedok Musyadi, 44, asal Desa Bangle, Lengkong, terbongkar Rabu (13/3) lalu. Pegawai Perhutani KPH Jombang yang mengaku bisa menggandakan uang hingga miliaran rupiah itu dijebloskan ke tahanan. Sebab, dia sudah menipu korbannya hingga ratusan juta rupiah.

          Adalah Sumilan, 60, tetangganya, yang sudah terpikat dengan tawaran pria yang bekerja sebagai mandor di tempat penimbunan kayu (TPK) Kertosono itu. “Tersangka mengaku bisa menggandakan uang Rp 1 juta menjadi Rp 1 miliar,” ujar Kapolsek Lengkong AKP Tommy Hermanto.

          Perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini menyebutkan, penipuan itu terjadi pada Mei 2018 lalu. Saat itu, Sumilan datang ke rumah Musyadi untuk membeli keris. Kebetulan, pria yang juga dikenal sebagai dukun ini memiliki banyak koleksi keris.

          Saat itulah, Musyadi menawari Sumilan untuk menggandakan uang pada dirinya. Mendapat tawaran yang menggiurkan, Sumilan langsung tertarik. Apalagi, dia juga percaya jika Musyadi bisa melakukan hal tersebut. 

          Setelah sepakat, Sumilan diminta mengumpulkan uang Rp 12 juta. Uang tersebut akan digandakan menjadi Rp 12 miliar. Sumilan yang bersemangat lantas mengumpulkan uang dari tetangganya.

          Yaitu dari Sutikno, Jun, Harianto yang masing-masing memberi Rp 1 juta. Kemudian, Sumiati menyetor Rp 9 juta. Setelah uang terkumpul, dua bulan berselang Musyadi datang ke rumah Sumilan dengan membawa kardus besar.

          Selanjutnya, uang Rp 12 juta itu dimasukkan ke dalam kardus besar dan disimpan di ruangan kosong di rumah Sumilan. Untuk meyakinkan korbannya, Musyadi mengaku akan menjalankan ritual penggandaan uang dari rumahnya.

          Dua hari berselang, Musyadi kembali datang ke rumah Sumilan. “Pelaku bilang kepada korban kalau uang Rp 2 juta panas. Lalu dikembalikan ke korban agar tidak disertakan dengan uang lainnya,” lanjut Tommy.

          Setelah korban semakin percaya, Musyadi lantas meminta Sumilan mencarikan uang Rp 100 juta agar mendapat uang Rp 12 miliar. Permintaan tidak masuk akal itu tetap saja dipenuhi oleh Sumilan.

          Dalam waktu satu hari dia bisa mengumpulkan uang tersebut. Sebab, Harianto yang sebelumnya hanya memberi Rp 1 juta bersedia menambah Rp 40 juta. Sedangkan Rp 60 juta lainnya berasal dari Sumiati.

          Total uang yang dimasukkan ke dalam kardus besar pun mencapai Rp 110 juta. Rupanya, setelah uang terkumpul, tanpa sepengetahuan Sumilan dan tetangganya, Musyadi masuk ke dalam ruangan kosong itu.

          Dia membawa kabur semua uang yang ada di sana. Para korban mulai curiga setelah dua bulan berselang. Sebab, uang di dalam kardus tidak ada.

          Musyadi masih berusaha berkilah dan mengaku akan membawa  pulang kardus. Selanjutnya, dia menjalankan ritual di rumah. Hal tersebut ditolak oleh para korban. Mereka meminta agar uang segera dikembalikan.

          Karena uang tak kunjung kembali, Sumilan memutuskan untuk melapor ke Polsek Lengkong pada Rabu (13/3) lalu. Musyadi pun langsung ditangkap polisi pada hari itu juga. “Dia langsung kami tahan,” tegas Tommy sembari menyebut polisi menjerat Musyadi dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia