Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Jalur Belum Stabil, KA Berhenti Dua Jam

PT KAI Evaluasi Insiden di Jalur Kota Nganjuk

15 Maret 2019, 10: 43: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

KAI

BELUM STABIL: KA Brantas yang melewati jalur baru double track kemarin sore harus berjalan mundur. KA jurusan Jakarta itu harus berhenti hampir dua jam karena ada kendala teknis di jalur yang dioperasikan perdana itu. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Pengoperasian double track atau atau jalur ganda di hari pertama kemarin, diwarnai sejumlah kendala. KA Brantas yang melintas di jalur baru Kelurahan Kauman, Kota Nganjuk terpaksa mundur dan berhenti selama 119 menit. Sebab, ternyata jalur belum stabil dan harus diperbaiki.

          Pantauan koran ini sekitar pukul 16.00 kemarin, sejumlah penumpang KA Brantas turun di sebelah barat stasiun setelah kereta jurusan Blitar-Pasar Senen itu mundur. Selebihnya, KA harus menunggu perbaikan jalur dan berhenti di sana selama 119 menit.   

          Keributan yang terjadi di dekat perlintasan Jl Supriyadi itu juga jadi perhatian warga sekitar. Wardani, 15, mengatakan, dirinya sempat berlari ke dekat rel setelah mendengar suara keributan para pekerja. “Tadi mereka ramai teriak, jegluk, jegluk, jegluk,” kata gadis yang tinggal di dekat rel KA tersebut.  

          Bersama para pekerja yang tengah melakukan switchover atau perpindahan jalur lama ke jalur baru, Wardani mengaku sempat melihat rel KA yang masih tersambung. Tetapi, kondisinya tidak bagus. “Terjadi sesuatu, tetapi saya tidak tahu apa,” lanjutnya.

          Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendri Wintoko yang mendengar insiden belum stabilnya jalur di Nganjuk itu langsung meluncur ke Kota Angin. Kepada koran ini, Ixfan mengatakan, Daop 7 langsung menerjunkan tim ke segmen 1 Nganjuk, Sukomoro dan Baron untuk melakukan pengecekan.

          Ditanya tentang penyebab belum stabilnya jalur double track di Kota Nganjuk, hingga pukul 19.00 tadi malam Ixfan mengaku belum bisa memberikan penjelasan. Termasuk, penyebab KA Brantas harus berhenti selama sekitar 112 menit di stasiun Nganjuk. 

          Terkait kabar yang santer menyebut jalur kereta sempat anjlok, Ixfan langsung menepisnya. Menurutnya, jika jalur kereta benar-benar anjlok, butuh waktu lama untuk memperbaikinya. “Kalau anjlok, penanganan untuk menaikan roda rel butuh waktu 1 jam per as,” elaknya.

          Peralatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalur, lanjut Ixfan, juga cukup banyak. Selain dongkrak besar, mereka juga butuh alat-alat berat lainnya. Adapun perbaikan yang dilakukan kemarin sore menurut Ixfan tidak memerlukan sejumlah alat berat.

          Karenanya, untuk sementara Ixfan menganggap jalur rel KA yang baru dioperasikan kemarin belum stabil. Terkait teknisnya, dia belum bisa menjelaskan. “Jalur yang baru ini masih membutuhkan banyak material balast atau batu kricak,” bebernya.

Karena belum menemukan penyebab terjadinya keterlambatan pada KA Brantas, Ixfan mengaku akan menggelar sidang dan memanggil semua pihak yang bertugas di lokasi. Mulai satuan kerja, bagian stasiun serta bagian jalan rel dan jembatan. “Nanti akan kami tanyakan bagaimana kejadian ini? ya, sebagai bahan evaluasi,” tandasnya.

          Ixfan mengakui, khusus di jalur Nganjuk memang banyak titik yang harus dilakukan penyambungan dan pemutusan. Bahkan, untuk mengerjakan proyek swicthover, kemarin pagi pekerja yang dikerahkan untuk menyelesaikan jalur KA di Nganjuk lebih dari seratus pekerja. “Sejak pagi tadi memang ada keterlambatan jadwal KA. Rata-rata di atas satu jam,” tandasnya sembari menyebut keterlambatan KA Brantas jadi perhatian karena hampir dua jam.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia