Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Waspadai Penyakit Ginjal yang Bisa Menyerang Siapa Saja

Anak-anak pun Sudah Rutin Cuci Darah

14 Maret 2019, 15: 01: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

Ginjal

Penyakit ginjal bukan semata karena faktor degeneratif. Siapa pun bisa terkena penyakit yang penyebabnya beragam ini. Di Kabupaten Nganjuk, ribuan orang harus menjalani cuci darah di rumah sakit setiap minggunya. (Ilustrasi : Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

Dalam dua tahun terakhir, RSUD Nganjuk mencatat ada ribuan pasien yang menderita gagal ginjal. Pada 2017, total pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit (RS) milik pemkab itu sebanyak 8.124 orang. Jumlah itu terdiri dari 1.094 orang rawat inap dan 7.030 orang rawat jalan.

Tahun lalu, meski menurun, tetapi jumlah pasien masih mencapai ribuan. Yaitu, sebanyak 7.491 orang. Rinciannya, 739 orang menjalani rawat inap dan 6.752 orang rawat jalan.

Direktur RSUD Nganjuk dr FX Teguh Prartono SpPD mengatakan, sebagian besar pasien rawat jalan harus menjalani cuci darah setiap minggu. Dalam sepekan, cuci darah dilakukan sebanyak dua kali. “Harus sesuai jadwal,” ujar Teguh kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Saat ini, RSUD Nganjuk memiliki delapan alat hemodealisa. Dengan jumlah pasien tersebut, lanjut Teguh, penjadwalan cuci darah untuk pasien dibagi menjadi tiga sif per harinya. “Satu sifnya sekitar 4 jam,” ungkap pria yang tinggal di Jl dr Soetomo Nganjuk ini.

          Setelah didiagnosa menderita gaga ginjal, Teguh menerangkan, cuci darah  wajib dilakukan pasien. Bahkan, sebagian pasien menjalaninya semur hidup. Meskipun ada beberapa orang yang berhasil sembuh.

          Dia melanjutkan, gagal ginjal bisa menyerang siapa saja. Meskipun tergolong penyakit degeneratif (penurunan fungsi organ) yang mayoritas dialami warga lanjut usia (lansia), anak-anak juga bisa menderita penyakit tersebut.

          Dalam sejumlah kasus, Teguh mengakui RSUD pernah menangani pasien anak-anak. Namun karena peralatan belum lengkap, pasien anak-anak mayoritas dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. “Di Surabaya lebih lengkap untuk penanganan pasien anak-anak,” urainya.

          Selain pengobatan, rujukan ke Surabaya juga termasuk penanganan cuci darah. Karena itulah, gagal ginjal wajib diwaspadai semua orang di segala usia. “Usia muda dan produktif juga rentan terkena gagal ginjal,” katanya mengingatkan.

          Menurutnya, gejala awal penyakit ginjal setiap pasien tidak sama. Terkadang, pasien mengalami hipertensi (darah tinggi) yang diderita sejak lama. Lambat-laun, penyakit tersebut akan mengganggu fungsi ginjal. “Banyak gagal ginjal yang diawali dari hipertensi,” tutur Teguh.

          Gejala lain yang umum biasanya dirasakan adalah mual dan ingin muntah. Selain itu, pasien merasakan sakit di bagian pinggang dan badan mudah lelah. Adapun gejala lain yang muncul adalah perubahan warna urine menjadi lebih keruh.

          Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Nganjuk Guruh Hari Wibowo menambahkan, penyakit gagal ginjal bisa dihindari dengan upaya pencegahan. Melalui program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), pihaknya memaksimalkan usaha promotif dan preventif. “Melakukan pencegahan lebih baik sebelum terlambat,” ujar Guruh.

          Upaya pencegahan itu, menurut Guruh, bisa dilakukan dengan mengonsumi makanan sehat. Sedini mungkin, setiap orang harus mengendalikan makanan yang mengandung bahan kimia dan pengawet. “Hindari juga makanan manis dan asin-asin,” pintanya.

          Selain itu, secara berkala, setiap orang harus melakukan cek kesehatan minimal setahun dua kali. Guruh mengakui selama ini orang takut melakukan hal tersebut karena khawatir dengan hasil laboratorium (lab). “Bukan karena mahal, tetapi takut tahu penyakitnya,” tuturnya.

          Terakhir, masyarakat perlu membiasakan berolahraga.Guruh mengatakan, proporsi olahraga disesuaikan dengan usia. Untuk lansia, olahraga yang disarankan cukup berjalan kali setiap hari.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia