Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Elpiji Bocor, Rombong Mi Ayam Hangus

Diduga akibat Karet Tabung yang Terlalu Longgar

14 Maret 2019, 12: 47: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

Gas

BEBER KRONOLOGIS: Badri (kiri) memberi penjelasan kepada petugas PMK tentang peristiwa kebakaran yang menghanguskan rombong miliknya, Selasa (12/3) malam lalu. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK-Warga Desa Babatan, Pace Selasa (12/3) malam lalu panik. Pasalnya, rombong mi ayam milik Badri, 45, warga setempat, terbakar karena gas elpiji yang bocor.    

          Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.10. Saat itu, Badri yang tengah memasak mi, memasang regulator elpiji. “Saat regulator saya pasang, ada suara seperti angin dari tabung,” ujar Badri ditemui koran ini Selasa malam lalu.

          Sadar telah terjadi kebocoran, Badri berusaha mendorong regulator untuk menguncinya. Dengan cara itu, Badri berharap gas tidak lagi keluar. Tak dinyana, hasilnya justru sebaliknya.

          Begitu regulator ditekan dengan kuat, gas yang keluar dari tabung justru lebih banyak. Bersamaan dengan suara “Sssssss” yang semakin kencang, api di kompor langsung menyambar semburan gas itu.  

          Blarr! Api langsung membesar dan melalap seluruh bagian rombong mi ayam milik Badri. Melihat hal itu, Badri langsung panik. Dia berusaha mencari kain bekas dan dibasahi untuk memadamkan api.

          Upayanya tak membuahkan hasil. Api semakin besar dan membakar semua bagian rombong. Kejadian tersebut membuat warga sekitar ikut cemas. Mereka khawatir api akan merembet ke rumah mereka.

          Meski demikian, seperti halnya Badri yang memilih menjauh dari api, mereka hanya bisa menyaksikan dari jauh. Sebab, warga khawatir terjadi ledakan elpiji yang membahayakan. 

          Karena api semakin membesar, warga lantas menghubungi petugas memadamkan kebakaran (PMK). Saat satu unit mobil PMK tiba sekitar pukul 21.30, api sudah mulai mengecil. Mereka langsung melakukan pemadaman dalam waktu beberapa menit.

          Setelah api berhasil dijinakkan, petugas langsung mengamankan tabung elpiji yang jadi pemicu kebakaran. Di depan petugas PMK dan polisi, Badri yang terlihat masih panik, berusaha menjelaskan kronologi kebakaran.

          Terpisah, Kapolsek Pace AKP Pramono yang dikonfirmasi tentang peristiwa yang menghebohkan warga itu mengungkapkan, kebakaran diduga akibat karet tabung yang terlalu longgar. Sehingga, saat regulator dimasukkan, gas langsung bocor. “Korban lalai saat memasang regulator yang berada di dekat api sehingga terjadi kebakaran,” ujar Pramono.

          Beruntung, kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Badri yang sejak awal berjibaku dengan si jago merah juga tidak menderita luka-luka. “Tidak ada korban, kami amankan tabung gas dan barang-barang yang terbakar,” terang Pramono.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia