Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Rekanan Terancam Diputus Kontrak

Pelipatan Surat Suara DPR RI Tidak Sesuai Target

14 Maret 2019, 12: 36: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

Pemilu

BELUM MAKSIMAL: Pekerja melipat surat suara pemilihan presiden yang ukurannya lebih kecil menggunakan mesin di GOR Bung Karno, Kelurahan Begadung, Nganjuk. Seperti pelipatan manual menggunakan tenaga manusia, pelipatan surat suara tersebut juga belum meme (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK–Rekanan penyedia tenaga pelipatan surat suara pemilu terancam diputus kontrak. Pasalnya, hingga tadi malam, surat suara untuk DPR RI yang belum dilipat masih 155 ribu lembar. Sementara, jumlah tenaga pelipat tinggal tersisa belasan orang.

          Kepala Gudang KPU Kabupaten Nganjuk Nur Hasim mengaku pesimistis surat suara DPR RI selesai sesuai target. Seharusnya, surat suara sebanyak 876.668 lembar bisa selesai pukul 21.00 tadi malam. Namun, sampai pukul 19.00, masih ada 155 ribu lembar yang belum tersentuh. “Masih kurang banyak,” ujarnya.

          Karena itulah, KPUD memberikan toleransi deadline. Nur mengatakan, memperpanjang waktu pelipatan sampai pukul 00.00. Meski demikian, dia tidak yakin rekanan bisa menyelesaikan sesuai target.

Pasalnya, jumlah tenaga pelipat di sif kedua itu tinggal tersisa 16 orang. Karenanya, dia memprediksi jumlah surat suara yang terlipat tidak akan bertambah banyak.

Bagaimana jika pelipatan tak tuntas hingga pukul 00.00? Ditanya demikian, Nur menyebut otomatis KPUD akan memutus kontrak mereka. “Pilihan itu yang akan diambil,” lanjutnya.  

          Nur mengatakan, KPUD akan mengevaluasi pekerjaan sampai batas waktu yang ditentukan. Ketika putus kontrak, mereka akan menggantinya dengan tenaga pelipat asal Nganjuk yang berpengalaman melipat surat suara. “Kami lakukan swakelola,” tuturnya.

          Dengan total surat suara lebih dari 4 juta lembar, Nur menjelaskan, pihaknya akan mempekerjakan sekitar 500 orang setiap hari. Harapannya, penyortiran dan pelipatan surat suara rampung sesuai target dari KPUD. “Kalau di bawah 100 orang, sulit untuk memenuhi target waktu,” imbuh Nur.

          Untuk diketahui, selama dua hari pelipatan, jumlah tenaga rata-rata masih di  bawah 100 orang per sifnya. Pada Selasa lalu (12/3), jumlah tenaga di sif pertama hanya 39 orang.

Kemudian, sif kedua dan ketiga masing-masing 33 orang dan 90 orang. Sementara kemarin, jumlah tenaga bertambah menjadi 167 orang di sif pertama. Tetapi sif kedua tinggal 16 orang.

Untuk diketahui, selain menggunakan tenaga manusia, kemarin KPUD sudah melakukan pelipatan dengan mesin. Meski demikian, menurut Nur hasilnya masih belum maksimal. Jumlah surat suara yang dilipat menggunakan mesin mencapai 32.000 lembar. Itu berarti masih ada kekurangan sebanyak 844.668 lembar. “Penggunaan mesin masih belum maksimal,” urainya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia