Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Satpol PP Segel Lima Bangunan Ruko

13 Maret 2019, 15: 52: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

TEGAS: Petugas Satpol PP Kota Kediri menyegel salah satu bangunan ruko yang telah dibongkar karena melanggar perjanjian dengan pemkot di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, kemarin.

TEGAS: Petugas Satpol PP Kota Kediri menyegel salah satu bangunan ruko yang telah dibongkar karena melanggar perjanjian dengan pemkot di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, kemarin. (IQBAL SYAHRONI - RADARKEDIRI.ID)

Share this          

KEDIRI KOTA – Satpol PP Kota Kediri melakukan penyegelan terhadap lima rumah toko (ruko) di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, kemarin sore. Pasalnya, pemilik bangunan tersebut dianggap menyalahi aturan sewa-menyewa dengan pemkot.

Ruko yang berada di lahan milik Pemkot Kediri itu berpindah tangan. Padahal, dalam perjanjian telah disepakati pengelola tidak diperbolehkan mengalihkannya ke pihak ketiga. Karena itu, aparat penegak perda menyegelnya untuk menghentikan kegiatan operasional dari pemiliknya.

Kasi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Kota Kediri Yuni Widianto menjelaskan bahwa penyegelan ruko dilakukan karena pemiliknya melanggar surat perjanjian. Sebab pemilik pertama ruko yang memindahtangankan pengelolaannya ke pihak lain. “Itu ada dalam surat perjanjian pemilik awal,” ujarnya.

Yuni menambahkan bahwa dalam surat perjanjian yang dibuat oleh pemilik pertama terdapat peraturan yang melarang bangunan tersebut dipindahtangankan. Hingga kemarin, satpol PP sedang melakukan proses penyelidikan lebih lanjut di lahan aset pemkot tersebut.

Jika pemilik yang sekarang menggugat hingga ke pengadilan, maka akan dilakukan proses melalui jalur hukum yang lebih lanjut. Yuni menjelaskan bahwa hingga saat ini, pemilik ruko sekarang sudah menyalahi aturan dari perjanjian yang dibuat sekitar tahun 2006.

Padahal dalam surat perjanjian juga sudah tertulis bahwa secara keseluruhan sebanyak enam bangunan ruko itu tidak boleh dialihkan atau dipindah tangan. Yuni mengungkapkan, ruko yang sudah berpindahtangan itu dioperasikan sebagai kios fotokopi, penjilidan, dan peralatan alat tulis.

Satu ruko beroperasi sebagai warung kopi. “Lima ruko sudah disegel untuk menghentikan operasional dari masing masing toko,” imbuhnya.

Dari lima ruko yang ada di depan kantor Kelurahan Pojok tersebut, satu bangunannya sudah dilakukan pembongkaran atapnya oleh pemkot. Menurut Yuni, hingga kemarin sudah dilakukan adendum untuk dilakukan pengembangan dari Kantor Pelayanan Kelurahan Pojok.

Dia menjelaskan bahwa sudah ada nama tiga hingga empat nama pemilik utama yang memindahtangankan aset bangunan tersebut kepada dua nama orang baru. “Saat ini masih belum bisa disebutkan nama lengkap dari para pemilik, karena masih dalam tahap penyelidikan,” terangnya.

Penyelidikan juga akan terus dilakukan oleh Satpol PP Kota Kediri. Yakni dengan menghubungi pihak pemilik pertama dan pemilik terakhir ruko. Itu karena dalam perjanjian awal pihak pemilik sudah melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan.

Hingga kemarin, masih terus dilakukan penyelidikan oleh pihak satpol PP untuk pelanggaran perjanjian tersebut. Yuni menyatakan, bangunan yang berdiri di lahan aset pemkot tersebut juga perlu dilakukan adendum.

“Karena di adendum dinyatakan bahwa di aset pemkot tersebut akan digunakan untuk pengembangan kantor pelayanan Kelurahan Pojok,” terangnya.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia