Selasa, 12 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Juara ADS Competition dan Mobile Legends School Contest XII

Maksimalkan Sedikit Waktu agar Bisa Kompak

12 Maret 2019, 11: 08: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

juara mobile legend

JUARA: Dan para anggota SMAPTA E-Sport yang tampil sebagai juara Cup Mobile Legends di ajang School Contest.

Share this          

Dua tim ini tak menyangka bakal menjadi yang terbaik. Bermodalkan kekompakan yang dipadu dengan strategi khusus. Juga ada upaya membuat tema yang berbeda.

MOCH. DIDIN SAPUTRO

Perasaan senang sekaligus bangga terlihat pada wajah-wajah mereka. Senyum semringah tanda mereka sedang bahagia juga merekah. Itulah yang tampak usai panitia School Contest XII mengumumkan para pemenang. Salah satu yang disebut adalah Crewative. Tim yang mengikuti ADS Competition.

ads competition

BANGGA: Tiga personel Crewative dengan piagam juara ADS Competition.

Luhuring Budi Widiantama, salah satu anggota tim Crewative menyampaikan rasa bahagiannya. Namun dia mengaku awalnya sempat ragu.

“Itu dari awal pembuatan konsep hingga shooting agak sedikit ragu dan bimbang dengan konsep yang kami buat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Hal tersebut lantaran konsep yang mereka buat tidak umum diaplikasikan dalam video iklan di masyarakat. Dia dan dua temannya, Aldi Septianto Nugroho serta Ifan Perdana Putra, merasa ada yang kurang ketika presentasi di depan dewan juri.

“Karena konsep kami berbeda sendiri,” terangnya.

Namun setelah diumumkan juaranya, dia merasa lega dan sangat bersyukur. Kerja kerasnya dan susah payah dalam pemikiran konsep hingga shooting dan editing dapat terbayar lunas.

ADS Competition merupakan kompetisi pembuatan iklan layanan masyarakat. Dalam ajang itu peserta diwajibkan menggunakan tema ‘Generasi Anti-Hoax’. Dengan durasi maksimal 1,5 menit. Kompetisi tersebut diharapkan bisa memberikan dampak positif. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Untuk persiapan sendiri, jujur video itu kami buat konsepnya selama sehari dan shooting serta editing selama 2 hari,” paparnya.

Dengan waktu seperti itu, bisa dibilang sedikit dadakan. Bahkan pada saat technical meeting (TM) mereka belum membuatnya. Baru setelah TM mereka mulai shooting.

Persiapan, selain konsep, mereka lakukan dengan fasilitas seadanya. Mereka juga melakukan peminjaman alat seperti lighting dan set tempat. Serta diputuskan untuk membuat video itu di malam hari. Di salah satu ruang sekolah.

“Agak sedikit sulit karena budget kami juga tidak banyak. Sebab kami perorangan bukan dari ekstra sekolah dan tanpa pembina,” tambah siswa SMAN 2 Kota Kediri ini.

Yang menarik dari iklan mereka, menurutnya, adalah konsep yang memang sengaja dibuat berbeda dan bisa memiliki daya tarik tersendiri. Seperti penambahan kesan dramatis dari lighting, backsound dan peran dari aktor juga mendukung video yang dibuat menjadi lebih unik.

“Untuk menjaga kekompakan tim tidak begitu sulit. Kebetulan kami bertiga sudah sering mengerjakan project video bersama. Jadi sudah saling ngerti porsi dan tugas masing-masing,” sebut pemuda 17 tahun ini. Sehingga dengan waktu mendadak mereka bisa memaksimalkan hasil yang dibuat.

Sementara hasil juara juga didapat tim Mobile Legends dari SMAN 7 Kediri. Mereka tak terkalahkan dalam permainan zaman now itu. Permainan yang menjadi favorit anak muda saat ini itu bisa mengantarkan Chelsa Salas Gota dan kawan-kawan menjadi juara School Contest Cup Mobile Legends.

Chelsa adalah salah satu anggota tim SMAPTA E-Sport. Terdiri atas lima siswa. Selain Chelsa juga ada Wildanurrohman, M. Qurota Ayun F., Pramudias Gilang Ramadhan, dan Muhammad Ricky Ferdiansyah.

Chelsa mengaku bangga dan senang atas pencapaian timnya pada ajang ini. Menurutnya pertandingan ini susah-susah gampang. Gampangnya adalah mereka sering bertemu jika ada waktu. Sehingga untuk melatih kekompakkan cukup mudah. “Kami latihan biasanya saat ngopi bareng. Juga saat online di rumah sendiri-sendiri,” katanya.

Chelsa menyebut, dia dan tim bisa menjaga diri dalam berlatih game ini. Mengatur waktu belajar dan sekolah menjadi nomor satu. Dia mengaku masih bisa membagi waktu antara bermain game, belajar dan sekolah. Ditanya ada strategi khusus untuk bisa memenangkan permainan. Dia pun mengakuinya. Namun dia dan tim tak bisa memaparkan strategi tersebut. “Ada strategi-strategi yang kami buat. Dan itu masih belum ada yang tahu,” kata gamer yang suka menggunakan hero Chou ini saat bertanding.

School Contest Cup Mobile Legends sendiri merupakan pertandingan bagi para gamer dan mengajak para atlet e-sport dari kalangan pelajar SMA. Mereka dipertandingkan unjuk kekuatan dan strategi dalam kompetisi Mobile Legends. Dan ini merupakan perlombaan perdana di School Contest. Belum ada di tahun-tahun sebelumnya. Hanya 32 tim yang dipertandingkan di ajang kompetisi pelajar terbesar di Kediri tersebut.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia