Jumat, 22 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

ABJ Belum Capai 90 Persen

Pemberantasan Sarang Nyamuk Masih Kurang

11 Maret 2019, 17: 01: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

ABJ Belum Capai 90 Persen

Share this          

NGANJUK – Angka bebas jentik (ABJ) menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk. Pasalnya, sejak kasus demam berdarah (DB) meningkat awal tahun ini, ABJ belum mencapai 90 persen. Karena itulah, dinkes akan terus menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sampai akhir Maret ini.

          Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Nganjuk Syaifulloh mengatakan, minggu ini ABJ sebesar 89 persen. Persentase itu naik dua persen dibanding akhir Februari lalu. “Mulai ada peningkatan,”ujar Syaifulloh kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

          Meski mulai meningkat, dinkes masih perlu mengerek ABJ hingga 95 persen. Pasalnya, dengan persentase tersebut menunjukkan jumlah jentik di tempat penampungan akhir semakin berkurang.

          Dengan ABJ di bawah 90 persen, lanjut Syaifulloh, jentik nyamuk masih ditemukan di sejumlah tempat. Terakhir, saat PSN di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot pada Jumat lalu (8/3), petugasnya masih mendapati jentik-jentik di bak kamar mandi. “Walaupun tidak sebanyak sebelumnya,” urai pria asal Kecamatan Baron ini.

          Syaifulloh melanjutkan, program PSN yang dijalankan selama ini sebenarnya bisa meningkatkan ABJ setiap minggu. Karenanya, setiap Jumat pagi, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap menggalakkan PSN. “Lingkungan di sekitar rumah harus dibersihkan,” pintanya.

          Apalagi, di bulan ini intensitas hujan masih tinggi. Sehingga, tempat-tempat penampungan air dan botol bekas yang berada di luar rumah berpotensi menjadi sarang nyamuk aedes aegypti. “Setelah hujan, semuanya perlu dicek. Jangan sampai ada genangan air di luar rumah,” lanjutnya mengingatkan.

          Untuk minggu ini, tutur Syaifulloh, PSN yang dipimpin kepala daerah akan menyasar Kecamatan Bagor. Meski bukan yang tertinggi, dinkes sudah menemukan sebanyak 63 kasus DB di kecamatan tersebut. Sembilan kasus di antaranya adalah DB dengue (DBD). “Desanya belum kami tentukan,” imbuh Syaifulloh.

          Dia berharap, di kecamatan lain juga diterapkan hal yang sama. Targetnya, akhir bulan ini, Kabupaten Nganjuk terbebas dari jentik-jentik nyamuk. Itu berarti ABJ mencapai 95 persen.

          Untuk diketahui, data terakhir dinkes, Kamis lalu (7/3), total temuan DB sebanyak 1.251 kasus. Jumlah itu terdiri dari DB dengue (DBD) sebanyak 198 kasus, demam dengue (DD) 1.063 kasus, dan dengue shock syndrome (DSS) sebanyak 17 kasus.

          Untuk sementara, dinkes belum bisa melakukan fogging. Pasalnya, pengajuan penambahan anggaran sekitar Rp 300 juta masih menunggu disposisi dari Bupati Novi Rahman Hidhayat. Sebelumnya, selama dua bulan di tahun ini, dinkes sudah melakukan fogging di 155 tempat yang dicurigai sebagai endemis DB. (baz/ut)

“Setelah hujan, semuanya perlu dicek. Jangan sampai ada genangan air di luar rumah.”

Syaifulloh

Kabid P2P Dinkes Nganjuk

Mengerek Angka Bebas Jentik:

- Dinkes menggalakkan pemberantasan DBD dengan melakukan PSN

- Jika di awal PSN angka bebas jentik sekitar 87 persen, Maret ini naik menjadi 89 persen

- Dinkes menargetkan ABJ mencapai 95 persen sebagai indikasi jentik nyamuk minim

- Hingga akhir Maret ini dinkes terus mengintensifkan PSN di seluruh wilayah Nganjuk

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia