Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tanggul Ambles, Rumah Warga Terancam Banjir

Pemilik Rumah Hanya Beri Penahan Bambu

11 Maret 2019, 15: 23: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

tanggul ambles

SEPARO: Tanggul di Kelurahan Kapas, Sukomoro yang ambrol Rabu (6/3) malam lalu sudah dipasang sesek untuk perbaikan sementara. Sisi selatan tanggul yang juga ambles belum diperbaiki hingga kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK- Warga di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro cemas. Tanggul sungai Kuncir Kanan yang berada di belakang rumah warga masih ada yang tergerus. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan, lebar tanggulnya kini hanya menyisakan 0,5 meter sedangkan dua meternya sudah ambles. Parahnya, tanggul tersebut tidak masuk dalam perbaikan padahal di sebelah tanggul itu ada pemukiman rumah warga.

          Salah satu warga yang paling waswas adalah Karep, 62, asal Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro. Lokasi tanggul yang ambles itu tepat berada di belakang rumahnya. Jarak tanggul dari rumahnya hanya sekitar lima meter. Karena takut, tanggul itu ambles dan menyebabkan banjir ia terpaksa memasang bambu sebagai penahan agar amblesnya tanggul tidak semakin parah. “Bambu yang menancap ini saya pasang sendiri,” katanya kepada wartawan koran ini kemarin.

          Tanggul tersebut ambles ketika sungai Kuncir Kanan membesar pada Rabu malam (6/3) lalu. Pada waktu yang bersamaan, tangkis di seberang rumahnya jebol lebih dulu. Panjang tangkis yang jebol mencapai enam meter dengan ketinggian mencapai 2,5 meter. “Kalau tangkis yang ada di seberang sungai, dampaknya ke lahan pertanian,” ucap laki-laki yang rambutnya sudah beruban itu.

          Berbeda dengan tanggul di belakang rumahnya, bila tanggul itu jebol dampaknya langsung ke perkampungan. “Kalau terjadi banjir, tidak hanya rumah saya yang kena tapi rumah tetangga juga kena,” katanya kepada wartawan koran ini.

          Sebab itu, dia berharap tanggul di belakang rumahnya kembali diperbaiki. Bukan dengan dibangun sementara menggunakan sandbag dan sesek seperti di seberang rumahnya. “Sudah seharusnya sungai ini dinormalisasi, tanahnya dibikinkan tanggul agar tidak terjadi banjir lagi,” pinta Karep. Sebab, tepat di belakang rumahnya aliran sungainya menikung. Kondisi itu membuat terjangan air cukup kencang dan bisa menyebabkan tanggul kembali tergerus.

          Terpisah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD), Seokonjono menyebutkan pihaknya sudah mendapat laporan terkait dengan adanya tanggul yang jebol di Keluarahan Kapas, Kecamatan Sukomoro. “Harusnya yang ambles sudah dikerjakan juga, di sana (Kelurahan Kapas, Red) ada 1.500 sandbag dan 20 lembar sesek,” ucapnya.

          Bila jumlah tersebut digunakan untuk tanggul yang jebol sepanjang enam meter dengan ketinggian 2,5 meter maka bahan yang dikirim ke lokasi berlebih. Tim BPBD memang tidak ke lokasi kejadian saat pengerjaan tanggul sementara. “Waktu itu katanya warga sanggup kerja bakti,” kata Soekonjono. Dia berharap, sisa bantuan sandbag dan sesek bisa dimanfaatkan untuk titik yang ambles.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia