Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Juara English Star Competition School Contest XII

Berada di Kantin dan Musala Tetap Latihan

10 Maret 2019, 19: 35: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

juara english star school contest xii

BAKAT TERPENDAM: Puspita Kumala Dewi memegang piagam juara English Star, didampingi Kepala MAN 1 Kabupaten Kediri Murwono. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Puspita Kumala Dewi punya cara ampuh untuk meredam tegang menjelang lomba. Caranya dengan terus berlatih berbicara dalam bahasa Inggris. Tak peduli dia berada di kantin, musala, maupun lokasi lain di sekolahnya.

IQBAL SYAHRONI

Madrasah aliyah, setingkat SMA, itu lokasinya di kecamatan yang ada di sisi paling barat Kabupaten Kediri, Kecamatan Tarokan. Namanya, MAN 1 Kabupaten Kediri. Siang itu, suasananya terlihat ramai. Halamannya dipenuhi dengan para pelajar yang sedang menikmati waktu istirahat.

Sebagian berkumpul di beberapa gazebo. Memang, beberapa gazebo berdiri di halaman sekolah tersebut. Di antaranya tepat di depan ruang guru.

Sementara, di ruang guru, tidak semua kursi yang ada terisi pemiliknya. Hanya ada empat guru saja. Mereka terlihat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

Sesaat kemudian ada murid perempuan yang masuk. Di sampingnya berjalan perempuan yang dari penampilannya adalah juga seorang guru. Keduanya kemudian duduk di kursi tamu yang ada di ruang itu.

“Lagi jam istirahat,” terang siswa itu usai duduk.

Dia adalah Puspita Kumala Dewi. Siswa MAN 1 Kabupaten Kediri yang baru saja menyabet gelar sebagai juara English Star Competition. Ajang adu kelihaian berbahasa Inggris yang berlangsung dalam School Contest XII beberapa waktu lalu.

Sementara, sosok yang mendampinginya saat masuk ke ruangan itu adalah Kenyo Prastiwi. Guru pendamping ekstra-kurikuler bahasa Inggris.

Puspita pun bercerita tentang pengalamannya mengikuti English Star Competition. Membagi perasaannya kala mendapatkan juara pertama. Ia mengaku masih tidak menyangka memenangi lomba bergengsi tersebut.

Ia menjelaskan sudah mempersiapkan segalanya mulai dari sebulan sebelum lomba. Perempuan 17 tahun itu mengatakan pengalamannya ikut lomba itu merupakan pertama kali ia berpartisipasi dalam English Star School Contest. “Awalnya nervous, tapi lama-lama jadi biasa saja,” terangnya.

Keikutsertaannya berawal dari info temannya. Bahwa ada perlombaan bahasa Inggris di School Contest XII yang digelar Jawa Pos Radar Kediri. Tertarik, ia pun mendaftarkan diri. Setelah sebelumnya berkonsultasi dengan guru dan pembimbing ekstrakurikuler bahasa Inggris.

“Miss Firoh (pendamping ekstra bahasa Inggris, Red), Miss Kenyo, dan guru di sekolah sangat mendukung,” imbuh Puspita.

Ia menjelaskan bahwa mulai dari SMP, ia sudah mulai mendalami tentang pelajaran bahasa Inggris. Ia mulai serius, dan mencoba mengikuti lomba saat kelas satu SMA. Setelah ia pindah dari Baranangsiang, Bogor, ke MAN 1 Kabupaten Kediri.

Puspita awalnya belum percaya diri ketika mengikuti lomba-lomba pidato menggunakan bahasa Inggris di depan publik. Namun seiring berjalannya waktu, rasa percaya diri itu tumbuh. Hingga pada puncak acara lomba English Star School Contest XII ia pun masih sedikit nervous. Namun karena latihan yang terus ia lakukan, dan pengalaman dari lomba pidato sebelum-sebelumnya, rasa nervous itu perlahan hilang.

Murid kelas 11 IPA 1 itu menambahkan bahwa ia mendapatkan dukungan penuh dari sekolah dan keluarga. Mulai dukungan moral hingga dukungan untuk berlatih. Menurutnya, ia amat terbantu dengan berlatih menggunakan bahasa Inggris di kegiatan sehari-hari di sekolahnya.

“Di manapun, bila bertemu dengan guru atau teman yang satu ekstra, pasti menggunakan bahasa Inggris,” terangnya.

Dengan dukungan dan bantuan dari Miss Kenyo dan Miss Firoh saat berada di sekolah, ia merasa sangat bersyukur. Karena selalu diberikan latihan sedikit demi sedikit. “Latihan berbahasa Inggris sehari-hari saat bertemu di kantin, di musala, hingga di lingkungan sekolah yang lain,” terang Kenyo.

“Latihan yang dipersiapkan untuk lomba adalah penekanan pada pelafalan dan mimik wajah saat sudah berada di panggung,” imbuh Kenyo.

Kepala MAN 1 Kabupaten Kediri Murwono mengaku sangat bangga terhadap prestasi yang diukir oleh muridnya. Karena selain dapat mengharumkan nama madrasah, ia merasa bahwa  Puspita akan mendapatkan banyak pengalaman.

Murwono berharap gelar juara yang didapatkan oleh muridnya dapat membangun semangat dari murid lain di MAN1 Kabupaten Kediri. Agar terus semangat menuntut ilmu. “Akan terus dilakukan pencarian, dan dilakukan pelatihan, karena jika mendapatkan prestasi di bidang akademik ataupun non-akademik, yang paling bisa merasakan manfaatnya adalah para murid,” imbuhnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia