Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Peresmian Jembatan Brawijaya Bareng Ultah Jembatan Lama

10 Maret 2019, 18: 54: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

jembatan brawijaya

BERSANDING: Jembatan Brawijaya dengan latar belakang Gunung Klotok, akan diresmikan bersamaan dengan ulang tahun Jembatan Lama yang berada tepat di sisi selatannya. (M Arif Hanafi - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Setelah melakukan uji coba selama 2,5 bulan, akhirnya Pemkot Kediri akan segera meresmikan Jembatan Brawijaya. Menariknya, peresmian jembatan prestisius ini harinya bakal disamakan dengan ulang tahun Jembatan Lama yang ke-150 tahun.

Informasi tentang peresmian itu disampaikan oleh Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri Apip Permana. Menurut Apip peresmian Jembatan Brawijaya dipastikan akan berlangsung pada 18 Maret mendatang. “Akan disamakan dengan ulang tahun Jembatan Lama,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Apip menyebut, selama ini jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kota dan Mojoroto tersebut sengaja belum diresmikan. Karena masih tahap uji coba arus lalu lintas. Perlu adanya evaluasi dampak lalu lintas di sekitar jembatan sebelum benar-benar diresmikan pada pertengahan bulan mendatang. Termasuk evaluasi terkait pengurangan beban jembatan lama yang kini semakin aman.

Dalam waktu dua setengah bulan ini, menurut Apip, beban kendaraan yang melintas di Jembatan Lama sudah jauh berkurang. Hanya kendaraan roda 2 saja yang boleh melintas di jembatan penuh sejarah tersebut. Hal ini setelah dilakukannya uji coba rekayasa lalu lintas di Jembatan Brawijaya.

Sebelumnya, menurut Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, peresmian Jembatan Brawijaya memang direncanakan pada Maret. Tepat seperti tanggal pembangunan Jembatan Lama yang berada di sebelah selatan Jembatan Brawijaya tersebut.

“Nanti peresmiannya kami barengkan dengan ulang tahun jembatan lama yang ke 150 tahun,” katanya.

Mas Abu menyebut bahwa Jembatan Lama merupakan salah satu ikon kebanggaan Kota Kediri. Hal ini karena jembatan tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sehingga harus dijaga kelestariannnya. Dalam waktu dekat Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) pun akan mendaftarkan Jembatan Lama sebagai situs cagar budaya Nasional.

Jembatan Lama sendiri dibangun pada era kolonial. Yakni pada 18 Maret 1869. Dahulu satu-satunya jembatan akses penghubung Surabaya-Madiun tersebut dinamakan ‘Groote Postweg’ atau istilahnya jalan raya. Jembatan yang dibangun Sytze Westerbaan Muurling ini menggunakan konstruksi besi dan dibangun di atas tiang sekrup yang dipasang di dalam sungai. Jembatan itu merupakan jembatan besi pertama di Jawa.

Peresmian Jembatan Brawijaya yang disamakan dengan hari pembangunan Jembatan Lama tersebut ditanggapi positif oleh penggiat budaya dan sejarah Kota Kediri Achmad Zainal Fachris. Pengajar di MAN 2 Kota Kediri tersebut sepakat dengan apa yang diputuskan pemkot.

“Saya sangat sependapat apabila peresmiannya itu dibarengkan dengan HUT Jembatan Lama. Jembatan Brawijaya nantinya akan menjadi saksi sang legendaris Jembatan Lama yang ada di sebelahnya,” kata Fachris saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri.

Menurutnya Jembatan Baru Brawijaya dibangun di saat yang tepat. Sebab, saat ini Jembatan Lama sudah mulai uzur oleh masa. Penempatan dan fungsinya pun sangat tepat untuk sama-sama menjadi ikon baru jembatan di atas Sungai Brantas Kota Kediri.

“Saran saya, Jembatan Lama segera dijadikan bangunan cagar budaya sekaligus penunjang destinasi wisata air di Kediri,” pesannya.

Namun, dia menyarankan untuk berhati-hati dalam perawatan Jembatan Lama. Terutama saat memanfaatkannya. Apabila salah sedikit saja, bisa merusak konstruksi jembatan yang berusia satu setengah abad tersebut.

Sementara, Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ayub Wahyu Hidayatullah mengatakan bahwa terkait perawatan Jembatan Lama pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Termasuk pembahasan tambal sulam aspal yang ada. Karena selama ini jembatan lama juga kerap berlubang dan cukup membahayakan bagi pengendara yang melintas.

Terkait pemeliharaan, Ayub menyarankan pihak PU untuk memperbaiki bagian-bagian jembatan dengan bahan yang sesuai. Selain itu juga perlu sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya pembuangan puntung rokok di atas Jembatan Lama. Agar peristiwa seringnya kebakaran di jembatan tersebut tidak terulang lagi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia