Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Sang Pembuang Bayi di Desa Cendono Paham Lokasi

09 Maret 2019, 15: 20: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

pembuang bayi kandat

SIAPA IBUNYA?: Bayi yang dibuang di Desa Cendono, Kandat. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Tirai misteri siapa pembuang bayi di Dusun Baran, Desa Cendono, Kandat, masih belum tersingkap. Hingga kemarin polisi dari Polsek Kandat belum mampu menemukan pelaku pembuang bayi di salah satu rumah warga itu. Meskipun mereka telah meluaskan area penyelidikan hingga ke kecamatan di sekitarnya. Seperti Kras, Ringinrejo, dan Ngadiluwih.

“(Hasil penyelidikan masih) nihil. Belum ada hasil positif yang kami dapatkan,” aku Kapolsek Kandat Inspektur Satu (Iptu) Hariyanto kemarin.

Salah satu yang menjadi fokus polisi adalah memeriksa bidan-bidan yang kemungkinan membantu persalinan orang tua bayi. Hariyanto mengaku pihaknya telah melakukan pemeriksaan itu. Sayangnya belum ada indikasi bidan-bidan tersebut terlibat dalam persalinan.

Sampai saat ini polisi mempunyai beberapa perkiraan terkait pelaku pembuangan bayi tersebut. Pertama, ada kemungkinan pelaku adalah warganya tetapi melakukan persalinan di luar daerah. Oleh karena itu, saat dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa bidan tidak membuahkan hasil.

Kemungkinan kedua adalah pelaku memang berasal dari luar daerah. Hanya saja pelaku memilih membuang bayi tersebut di wilayah hukum Polsek Kandat. Yaitu di pojok teras rumah Jumiati, 45, yang berada di dekat tembok pembatas toko dan rumah pedagang peracangan tersebut.

Satu hal yang menjadi catatan adalah kemungkinan pelaku telah hafal seluk-beluk lokasi pembuangan. Sebab, lokasi pembuangan bayi itu relatif sepi. Juga bukan jalur utama. Setidaknya pelaku sudah menguasai pemetaan daerah tersebut. Namun hal tersebut tidak lantas bisa memastikan bahwa pelaku adalah warga sekitar.

“Mungkin saja dia  sudah survei lokasi terlebih dahulu. Semua kemungkinannya masih terbuka,” ujarnya menganalisa.

Perkembangan yang lain, Hariyanto mengungkapkan bahwa mereka akan melimpahkan kasus ini ke penyidik Polres Kediri. “Kami sedang menyusun dan melengkapi berkas terkait kasus tersebut. Termasuk di dalamnya juga terkait keterangan saksi yang mengetahui kejadian pembuangannya,” ungkap polisi dengan pangkat dua balok emas di pundaknya tersebut kemarin (8/11).

Pelimpahan kasus tersebut akan dilakukan secepatnya. Diperkirakan pada hari ini, berkas tersebut sudah bisa diserahkan ke penyidik di polres.

Unit yang dituju pihaknya untuk pelimpahan kasus tersebut adalah unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Menurut penjelasannya, unit PPA memang membidangi kasus-kasus seperti itu. Kewenangan itu dijelaskan dalam Peraturan Kapolri RI nomor 10/07 tentang organisasi dan tata kerja unit PPA. Dalam peraturan itu disebutkan unit PPA bertugas memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Yaitu mereka yang menjadi korban kejahatan dan penegakan hukum terhadap pelakunya.

Lingkungan tugas Unit PPA sendiri meliputi tindak pidana terhadap perempuan dan anak. Antara lain  perdagangan orang, penyelundupan manusia, prostitusi dan tentunya perlindungan anak.

Sementara itu, Hariyanto menerangkan bahwa bayi tersebut sedang dalam keadaan sehat. Seperti yang diketahui sebelumnya, telah ada wacana bayi tersebut akan diserahkan ke pihak Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim. Sejatinya, bisa saja bayi tersebut diserahkan kepada Dinsos Kabupaten Kediri asalkan fasilitasnya memadai.

Untuk diketahui, bayi malang tersebut dibuang oleh pelaku yang mengendarai mobil pada Senin (4/3) dini hari. Pada saat pembuangan bayi tersebut sejatinya ada saksi yang mengetahui. Sayangnya hanya sekelebat saja. Selanjutnya kasus tersebut ditangani oleh pihak Polsek Kandat. Sementara bayi itu sendiri mendapatkan perawatan intensif di RS Gambiran Kediri.

 

Mengapa Ditangani Unit PPA?

-         Penanganan bisa lebih intensif karena unit PPA memang bertugas dan berwenang di bidang tersebut.

-         Area penyelidikan bisa lebih luas. Karena ruang lingkup penyelidikan bakal diperluas, tidak hanya di wilayah Kecamatan Kandat saja.

-         Ada kemungkinan persalinan bayi dibantu oleh tenaga medis namun bukan di wilayah hukum kandat. Bila persalinan terjadi di luar wilayah Kandat penyelidik butuh memeriksa klinik dan bidan-bidan di area yang lebuh luas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia