Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Perluas Wilayah Pencarian Pembuang Bayi di Kandat

Lacak Keberadaan Perempuan yang Lahirkan Bayi

08 Maret 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

pembuang bayi

SEHAT: Bayi laki-laki yang ditemukan di Dusun Baran, Desa Cendono, Kandat dirawat di RSUD Gambiran. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Polisi terus mengembangkan penyelidikan kasus pembuangan bayi di Dusun Baran, Desa Cendono, Kecamatan Kandat. Kali ini, anggota korps Bhayangkara itu fokus menelusuri identitas ibu yang melahirkan orok laki-laki tersebut.

          Pasalnya, sudah empat hari setelah ditemukan di rumah Surip, 55, warga desa setempat, sejak Senin lalu (4/3), keberadaan pelaku yang membuang bayi itu masih belum ditemukan. Upaya pencarian petugas belum membuahkan hasil.

Sementara hingga kemarin, bayi malang itu masih dalam perawatan intensif di RSUD Gambiran, Kota Kediri.

Kapolsek Kandat Ipda Harianto mengatakan, pihaknya masih belum dapat memastikan perempuan yang melahirkan bayi merupakan warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP), atau dari luar Kabupaten Kediri. Pasalnya, setelah mencari melalui bidan dan klinik kesehatan wilayah Kandat hingga Ringinrejo, tidak ditemukan indikasi tercatat persalinan di sana.

Harianto mengakui, proses pelacakan memang dilakukan bekerja sama dengan para bidan puskesmas dan klinik kesehatan wilayah selatan Kabupaten Kediri. “Kami juga bekerja sama dengan tim buser (buru sergap) Polres Kediri. Saat ini masih terus dalam penyelidikan,” ujarnya.

Makanya untuk menemukan perempuan yang melahirkan bayi itu sekaligus yang ditengarai pelaku pembuangnya, aparat kepolisian memperluas wilayah pencarian. Tidak hanya di wilayah Kabupaten Kediri. Namun juga hingga ke luar daerah.

Sebab tidak menutup kemungkinan pelakunya bukan warga sekitar TKP. Bahkan, bisa jadi juga dari luar wilayah Kabupaten Kediri. Mengingat lokasi bayi ditemukan berada dekat dengan perbatasan kabupaten lain.

Harianto mengatakan, pihaknya juga mengandalkan jejak telapak kaki bayi untuk mengungkap kasus ini. Jejak tapak kaki orok itu dicap di lembar kertas, kemudian akan dicocokkan dengan yang terdata di tempat persalinan di klinik, puskesmas, atau rumah sakit.

“Data telapak kaki bayi itu kan tercatat di tempat ibunya bersalin. Itu untuk pengurusan inventaris persalinannya. Kami juga lacak dari sana,” paparnya.

Sementara itu, kemarin, kondisi bayi yang masih dirawat di RSUD Gambiran dalam keadaan baik. Bayi dengan berat 2,5 kilogram (kg) tersebut memang sempat mengalami hypotermia ketika ditemukan. Kini ia tidak lagi rewel.

Terakhir ketika dikunjungi Jawa Pos Radar Kediri, bayi tersebut baru saja menghabiskan susu sebanyak 500 mililiter (ml). Menurut Harianto, bayi itu akan terus dirawat hingga kondisi kesehatannya stabil. Pihak polsek pun masih melakukan koordinasi dengan dinas sosial (dinsos).

Hal itu terkait dengan keberlanjutan nasib sang jabang bayi nanti. Terutama menyangkut pihak yang akan merawat atau mengasuhnya kelak. Sebab jika kondisinya sudah sehat, namun belum ada orang tua yang bersedia mengasuh, maka bayi itu akan diserahkan ke Dinas Sosial Jawa Timur (Jatim). Ada institusi  khusus yang menangani bayi-bayi telantar.

Nantinya, mereka yang ingin mengadopsi harus berhubungan dengan dinas tersebut. Terutama orang tua yang berniat untuk mengurusnya. “Masalah itu masih terus kami komunikasikan,” tutur Harianto. 

Seperti diberitakan, bayi dengan jenis laki-laki ditemukan Surip, warga Dusun Baran, Desa Cendono, Kecamatan Kandat sekitar pukul 01.15 WIB dini hari (4/3). Orok tersebut hanya dibuntal menggunakan kain sebagai selimut. Bayi ditinggalkan di pojokan teras depan rumah.

Kondisinya hanya berbalut kemeja bayi warna putih. Plasentanya bahkan belum dipotong dan wajahnya memerah karena kedinginan. Di balik selimut warna cokelat bergambar ice cream di bagian kaki sebelah kanan terdapat bekas tinta.

Tanda tersebut merupakan bukti bahwa bayi tersebut telah dilahirkan dengan bantuan bidan atau tenaga medis di klinik. Tanda itu sekaligus menjadi petunjuk awal untuk melacak identitas orang tuanya. “Semoga nanti ada petunjuk yang lebih terang,” kata Harianto.

Upaya Lacak Pelaku Buang Bayi Cendono

-         Telusuri tanda bekas tinta di bagian kaki kanan bayi

-         Pencarian bekerja sama dengan bidan puskesmas dan klinik kesehatan wilayah selatan Kabupaten Kediri

-         Melacak cap jejak telapak kaki bayi yang akan dicocokkan dengan data di tempat persalinan di klinik, puskesmas, atau rumah sakit

-         Bekerja sama dengan tim buser Polres Kediri

-         Memperluas wilayah pencariandi hingga ke luar wilayah Kabupaten Kediri

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia