Senin, 14 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Events

Mereka yang Berjaya dalam Lomba Masak Asik School Contest XII 

Ganti Menu Thailand dengan Singkong Gulung

08 Maret 2019, 10: 50: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

masak asik school contest xii

OLAH RASA: Tim SMPN 1 Pagu bikin menu Pizza Singkong dan Pancake Labu Madu. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

Cerdik dalam kreasi menu, tim SMKN 3 Kediri dan SMPN 1 Pagu memenangi lomba Masak Asik School Contest XII. Mengolah bahan dasar singkong, resep mereka tak biasa. Padahal sempat ada yang mengganti menu mendadak. Seperti apa?

HABIBAH A. MUKTIARA

Wajah-wajah serius terlihat di depan kompor yang disediakan panitia lomba Masak Asik School Contest (SC) XII Jawa Pos Radar Kediri di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Ngasem. Dalam kompetisi pada Minggu (3/3) itu, tim siswa dari SMKN 3 Kediri dengan telaten mencampurkan satu demi satu bahan masakan yang telah disiapkan.

masak smkn 3 kediri

UNIK: Tim SMKN 3 Kediri mengolah singkong gulung isi pisang karamel. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Ada labu kuning, singkong parut, tepung terigu, telur, panir, dan garam yang dijadikan bahan untuk mengolah roti. Tak ketinggalan bahan yang digunakan untuk pembuatan daging burger, yang berbahan daging ikan lele, tepung terigu, telur, air, dan garam.

“Kami menggunakan daging lele, karena selain mengangkat cita rasa lokal bahan mudah didapatkan,” jelas Nokia Fadhila,16, siswa kelas X Boga 3 SMKN 3 Kediri.

Tidak ada yang menyangka kelompok empat dari SMKN 3 Kediri ini berhasil memenangkan juara satu dalam ajang tersebut. Pasalnya tiga hari menjelang perlombaan, kelompok yang terdiri atas Nokia, Luluk Dwi Nurjana, 16, dan Linggar Rizkita, 16, ini mendadak harus mengganti resep makanan.

Semula dalam perlombaan, ketiganya hendak menghidangkan singkong Thailand. Namun setelelah beberapa hari praktik, rupanya hidangan tersebut tidak begitu menarik. “Setelah dilihat, ternyata bentuknya terlalu biasa-biasa saja. Tidak begitu menarik,” terang Nokia.

Kelompok empat itupun mendapatkan masukan dari Agus Syafrudin, guru boga pembimbingnya. Tim akhirnya mengganti menu singkong Thailand dengan singkong gulung isi pisang karamel. Karena dibatasi tiga bahan tambahan, mereka hanya membawa daging lele sebagai bahan tambahan.

Berbeda dari ketika sedang latihan, karena menggunakan sistem rebutan. Kelompok yang dipimpin Nokia ini, sempat mengalami kesulitan. Hal tersebut karena mereka kehabisan singkong rebus. Akibatnya, harus merebus singkong secara manual. Tidak hanya itu, karena kurangnya bahan baku yang didapatkan, karamel yang dibuat tidak sebanyak ketika sedang latihan.

Namun tidak ada yang menyangka, dengan menu Burger Labu Daging Lele dan Singkong Gulung Isi Pisang Karemel dapat mengungguli 13 peserta yang berasal dari SMK/SMA di Kediri. “Respons juri sangat bagus, katanya rasanya unik,” imbuh Luluk.

Tidak hanya berlatih menciptakan menu, namun mereka juga berlatih cara menghidangkan atau platting. Sehingga membuat tim Nokia menghemat waktu ketika pertandingan.

Hal sama juga dirasakan anggota tim memasak dari SMPN 1 Pagu. Tim beranggota Nadyah Alifia Mukti, 14; Chipta Dwina, 14; dan Refina Shinta Wulandari ini pun berkreasi menu. Ketiganya merupakan siswi kelas 8G.

“Kami memang dasarnya suka memasak, jadi kami direkomendasikan sekolah untuk mengikuti lomba,” ungkap Fia.

Setelah mengetahui diikutkan lomba, mereka bertiga langsung berlatih dalam menyiapkan menu. Tim langsung berlatih membuat Pizza Singkong dan Pancake Labu Madu.

Untuk menyempurnakan menu, mereka bertiga melakukan latihan di rumah Nanik Nurwakidah, yang merupakan penangung jawab lomba. Meski jarak rumah ketiganya jauh, mereka tetap semangat berlatih hingga malam.

“Karena pizza adalah menu yang kekinian, kami mebuat singkong untuk dicampurkan dijadikan roti,” imbuhnya.

Namun sayang, ketika hari H pertandingan, tiba-tiba Chipta Dwina sakit. Sehingga tidak bisa mengikuti perlombaan. Karena harus tiga orang, Chipta digantikan oleh Tri Tunggal Dwi Utari, 14.

Usaha mereka tidak sia-sia, meski sempat terjadi pergantian pemain. Hasil latihan mereka mendapatkan hasil. Mereka berhasil mengalahkan sembilan peserta yang berasal dari SMP/MTs di Kediri dan meraih juara satu.

“Saya bingung dan senang mendapatkan juara satu, karena ketiga penjurian juri sempat bilang roti pizza kami terlalu tebal,” terang Fia.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia