Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Warga Kian Sadar PSN, DBD Kota Kediri Turun

06 Maret 2019, 09: 51: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

waspada demam berdarah

Waspada Demam Berdarah di Kediri

Share this          

KEDIRI KOTA - Satu bulan terakhir, tren kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kediri semakin menurun. Penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pembarantasan sarang nyamuk (PSN) semakin meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri Alfan Sugiyanto menyebut, penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kediri dari hari ke hari semakin menurun. Bahkan persentasenya lebih dari 50 persen. “Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melakukan PSN,” kata Alfan kemarin (4/3).

Menurut Alfan, pengurangan tersebut juga hasil dari kegiatan yang rutin dilakukan pemerintah. Seperti sosialisasi pada masyarakat dengan cara ledang keliling untuk memberikan edukasi terkait PSN. Di mana gerakan PSN serentak dilakukan warga setiap satu minggu sekali. Dan hal tersebut telah sesuai anjuran wali kota.

Memang selama ini, adanya serangan DBD di Kota Kediri membuat pemerintah secara responsif langsung bertindak. Tak hanya aktif melakukan sosialisasi tentang PSN, pihak dinkes juga rutin melakukan fogging di daerah yang terjadi kasus demam berdarah. Itu hampir dilakukan di seluruh kelurahan se-Kota Kediri.

“Saat ini sudah kami informasikan kepada kelurahan-kelurahan untuk mulai mengurangi fogging,” imbuhnya.

Tugas dan peran kader jumantik dalam kegiatan pemantauan jentik di masyarakat juga sangat efektif. Di mana mereka memberikan pemahaman tentang dampak buruk apabila dilakukannya fogging terus menerus yang bisa mengganggu kesehatan. Meski terjadi penurunan, Alfan mengimbau masyarakat untuk tidak begitu saja langsung meninggalkan kegiatan PSN. Itu harus tetap dilakukan selama musim hujan ini. Sebab barang bekas yang ada disekitar lingkungan masih mungkin menjadi sarang nyamuk.

Dari data yang dikeluarkan Dinkes Kota Kediri, hingga akhir februari penderita DBD di Kota Kediri ada 29 orang. Itu sangat jauh dibandingkan penderita pada bulan Januari yang mencapai 69 orang. Bahkan di awal tahun juga ada satu yang meninggal dunia.

Sementara dari hasil pemantauan Dinkes, pada Februari ini seiring berjalannya waktu, angka bebas jentik (ABJ) di Kota Kediri mengalami peningkatan. Pada pertengahan februari angkanya telah mencapai 80 persen lebih. Untuk rekapitulasi ABJ ini dilakukan 3 bulan sekali. Sehingga Dinkes belum bisa mengeluarkan data per bulan. Namun pihak Dinkes berharap, dari pemantauan di bulan ini, ABJ bisa merangkak naik hingga mancapai angka diatas 95 persen.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia