Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Events

Jelang Nyepi, Umat Hindu di Kediri Menggelar Upacara Melasti

Berharap Alam Beri Energi Positif   

04 Maret 2019, 11: 15: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

melasti

SUCIKAN DIRI: Umat Hindu saat mengikuti upacara Melasti menjelang hari raya Nyepi di Waduk Siman, Desa Siman, Kecamatan Kepung, kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Ribuan umat Hindu se-Kabupaten dan Kota Kediri menggelar upacara Melasti, kemarin (3/3). Acara berlangsung di Waduk Siman, Desa Siman, Kecamatan Kepung. Itu sebagai sarana penyucian diri sebelum hari raya Nyepi 1941 Saka.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Kediri Kadek Astrawan mengungkapkan, upacara diikuti umat Hindu dari 13 kecamatan di Kabupaten dan Kota Kediri. Melasti merupakan rangkaian dari beberapa acara sebelum Nyepi.

"Inti dari upacara ini adalah untuk membersihkan Bhuana Alit dan Bhuana Agung. Bhuana Alit ini adalah kita sendiri sebagai manusia, sementara Bhuana Agung adalah alam semesta beserta isinya," terangnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri di sela acara.

Menurut Kadek, penyucian diri ini agar bisa menyambut Nyepi dengan baik. Tidak hanya membersihkan diri dari perbuatan-perbuatan selama satu tahun ini. Namun juga ditujukan pada alam semesta atau Bhuana Agung. Dengan penyucian ini diharapkan alam semesta memberikan energi positif kepada manusia.

Tentunya dalam kehidupan sehari-hari dicerminkan dengan selalu menghormati lingkungan. "Kita juga harus introspeksi diri. Jadi hubungan kita tidak hanya ke atas (Tuhan, red) namun juga ke samping, dengan mengambil saripati kehidupan di tengah kompleksnya kehidupan ini," jelasnya.

Dari keyakinan umat Hindu, Kadek mengungkapkan, Melasti selalu dilakukan di segara atau sumber air. Waduk Siman dinilai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Kediri. Sebab, di sana cikal bakal sistem pertanian. Di mana sang Bagawantha Bhari membuat irigasi dengan aliran Sungai Serinjing yang dimulai dari waduk. "Jadi di sini tempat yang tepat untuk upacara Melasti. Sebagai sarana mencari citra amerta menyucikan alam semesta di wilayah Kediri," jelasnya.

Proses upacara berlangsung sakral. Setiap perwakilan umat Hindu dari penjuru Kediri membawa banten atau sesaji untuk dilarung ke Waduk Siman. Sebelumnya mereka mengarak banten dari perempatan desa menuju tempat upacara. Banten juga diarak mengelilingi waduk.

Upacara Melasti itu pun menarik perhatian warga. Salah satunya, Dewi, warga Pare. Dia mengaku, penasaran dengan prosesi upacara itu. Sebab selama ini prosesi semacam itu hanya diketahuinya di Bali saja. "Pengin tahu saja. Ternyata mirip seperti di Bali. Suasananya juga seperti kita berada di sana," ungkapnya.

Dari pantauan kemarin, jalanan Desa Siman dipenuhi pengunjung. Tak hanya umat Hindu. Namun banyak warga dari luar daerah turut melihat prosesi tersebut.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia