Senin, 17 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Show Case
Aksi Cepat Tanggap

ACT Distribusikan Bantuan Pangan Warga Kashmir

28 Februari 2019, 19: 34: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

bantuan makanan act kashmir

TERCUKUPI: Anak Kashmir yang mendapat bantuan. (ACT News)

KASHMIR – Suhu musim dingin tidak pernah bersahabat di wilayah Kashmir. Penunjuk suhu daring memperlihatkan angka terendah hingga - 6 derajat Celsius pada Rabu (27/2). Kashmir adalah sebuah daerah di sub-benua India. Ancaman keamanan bagi sekitar 13 juta penduduknya telah berlangsung lama.

Konflik membuat kehidupan tidak lagi normal di Kashmir. Sucita Pri Ramadinda dari tim Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengatakan, konflik politik yang terjadi di Kashmir ditambah dengan musim dingin menyebabkan warga Kashmir kesulitan untuk bertahan hidup. Keadaan itu terjadi berulang kali, setiap tahunnya.

Keadaan warga sipil yang memprihatinkan itu pun menjadi perhatian ACT. Medio Februari 2018, ACT mendistribusikan paket pangan musim dingin untuk masyarakat Kashmir. “Alhamdulillah, musim dingin ini warga Kashmir tak perlu khawatir soal urusan pangan," ujar Sucita.

bantuan kashmir

UNTUK SESAMA: Penerima bantuan dari ACT. (ACT News)

Paket pangan ini dibagikan pada Sabtu (9/2) hingga Senin (11/2). "Bantuan pangan dari ACT di musim dingin ini memberikan kebahagiaan dan harapan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan,” sambung Sucita kepada ACTNews.

Ia menambahkan, implementasi paket pangan bantuan musim dingin kali ini merupakan tahap pertama dengan jumlah penerima hingga 476 jiwa. Pendistribusian bantuan untuk masyarakat Khasmir diikhtiarkan berlanjut.

Taha (7), bocah laki-laki penerima manfaat mengutarakan kondisinya kepada relawan mitra ACT di sana. “Ayah saya kondisi kesehatannya sedang tidak baik. Ia tidak bisa bekerja karena kondisi tersebut. Keluarga kami membutuhkan makanan dan saya memiliki keinginan dan cita-cita agar dapat belajar dengan baik,” ungkap Taha.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan Mubeena (53). “Saya sangat senang mendapatkan bantuan pangan di musim dingin ini. Terima kasih atas perhatiannya dan semoga ke depannya masih akan ada bantuan pangan seperti,” ujarnya.

Hingga kini, wilayah di lereng Himalaya itu masih dalam bayang-bayang perselisihan tiga negara negara. Yakni India, Pakistan, dan Cina.

BBC melaporkan pada Rabu (20/2) lalu, layanan internet telepon genggam di Kashmir-India diputus pada akhir minggu. Di wilayah tersebut pun kerap terjadi beberapa bentrokan bersenjata, sejumlah serangan terhadap militer dan warga sipil, serta peningkatan ketegangan. Tercatat, perang pernah terjadi dua kali, yaitu pada tahun 1947 dan 1965. Dampaknya, saat ini ekonomi wilayah tersebut rapuh, angka pengangguran tinggi, ketidakstabilan politik masih terjadi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia