Jumat, 24 May 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Kota Ini Setiap Hari Menghasilkan 145 Ton Sampah

Setiap Orang Rata-rata 0,5 Kilogram

28 Februari 2019, 18: 41: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

sampah kediri

DITANGANI: Para pemulung di TPA Kediri. (Didin Saputro - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA- Permasalahan sampah memang menjadi salah satu hal yang semakin diperhatikan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Untuk itu, pemkot tengah membuat regulasi untuk mengurangi sampah yang ada. Targetnya, pada 2019 ini sampah yang ada di kota ini bisa berkurang hingga 20 persen.

Kebijakan yang tengah digodok tersebut tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 35 tahun 2018 tentang kebijakan dan strategi Kota Kediri dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.

Kepala Seksi Pemanfaatan Sampah dan Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Ridwan mengatakan, saat ini volume sampah di Kota Kediri yang ditampung di TPA Klotok sudah di atas rata-rata. “Berdasarkan data, setiap orang di Kota Kediri menghasilkan 0,5 kilogram sampah setiap harinya dan setiap harinya Kota Kediri menghasilkan sampah 145 ton,” jelasnya.

sampah di kota kediri

PADA TEMPATNYA: Warga membuang sampah. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Untuk itu, dengan perwali yang dibuat, masyarakat diharapkan bisa ikut berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah dan pemilahan sampah. Terlebih masyarakat juga harus menerapkan paradigma bagaimana sampah dapat bernilai ekonomis.

Di tahun 2019, Pemkot Kediri menargetkan persentase pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga hingga sebesar 20%. Sementara untuk persentase penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga sebesar 80 persen.

“Bila dimasukkan di TPST (Tempat pengelolaan sampah terpadu, Red) atau nanti saat dibawa ke TPA, tinggal 10 hingga 25 persen saja. Itu kan berarti ada penghematan lahan hingga 90 persen. Penghematan lahannya bisa sampai 8 tahun” sebutnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi penggunaan plastik. Karena untuk sampah plastik sendiri memerlukan waktu kurang lebih ratusan tahun agar dapat terurai.

Menurutnya, jika dinilai tidak terlalu dibutuhkan, maka masyarakat bisa mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitasnya. “Contohnya membawa botol air minum sendiri. Selain menghemat, juga mengurangi sampah plastik,” sarannya.

Selama ini, dalam menanggapi permasalahan sampah, DLHKP Kota Kediri telah mendukung penuh langkah yang akan diambil Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.  Itu terkait dengan kebijakan penggunaan kantong plastik yang dalam waktu dekat bakal dirumuskan.

Hal tersebut juga diakui Ronni Yusanto, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLHKP Kota Kediri.

Ronni menjelaskan bila kebijakan penggunaan kantong plastik yang tertera dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2015 tentang Pengelolaan Sampah sebenarnya sudah ada sejak tahun-tahun sebelumnya. Namun menyangkut efektivitas yang masih beragam dan belum serempak.

Dia menegaskan bila terkait penggunaan kantong plastik harus dikonsepkan secara matang. Itu nanti tak hanya di supermarket, pasar, serta toko kelontong. Namun, juga hingga fasilitas umum, seperti hotel, rumah sakit, termasuk kalangan rumah tangga. “Karena pada dasarnya kita lahir saja sudah nyampah, nanti kalau sudah mati juga ada sampah yang ditinggalkan,” tambah Ronni.

Sehingga adanya kebijakan yang mengatur penggunan kantong plastik, diharapkannya, segera terbentuk. Ini untuk mempermudah langkah selanjutnya. Selain itu, supaya mampu menjaga lingkungan dari dampak sampah plastik yang tidak bisa terurai.

Ronni juga menyatakan, setelah terbentuknya kebijakan penggunaan kantong plastik nanti tidak hanya berhenti sampai disana. Kebijakan tersebut bakal berkesinambungan. Dimana warga diharapkan mampu memilih dan memilah sampah plastik yang sudah diproduksinya.

Selain Peraturan Walikota Nomor 35 tahun 2018 tentang kebijakan dan strategi Kota Kediri dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. Dalam acara sosialisasi oleh Bagian Hukum Setda Kota Kediri kemarin juga disosialisasikan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pelayanan Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Pemerintah Kota Kediri.

Dalam perwali tersebut, dijelaskan ruang-ruang untuk menyampaikan aspirasi ataupun keluhan. Baik penyampaian secara lisan maupun melalui Suara Warga (Surga) dan sosial media.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia