Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Duh, Korban Jiwa Demam Berdarah Bertambah Lagi

25 Februari 2019, 14: 42: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

Korban DB Februari 2019

Korban DB Februari 2019

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Serangan demam berdarah dengue (DBD) kembali memakan korban jiwa. Tidak hanya satu, tapi sekaligus dua anak yang meninggal pada Jumat (22/2). Korban pertama adalah Kristian Yunsutara, 5, asal Desa Sempu, Ngancar. Sedang yang satu lagi adalah Aris Awali, 9, asal Desa Tawang, Wates.

“Diperkirakan keduanya telat dibawa ke layanan fasilitas kesehatan,” ujar Kasi Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Kabupaten Kediri Nur Munawaroh.

Berdasarkan keterangannnya, sebelum mengalami demam tinggi Kristian sempat pergi rekreasi. Bersama teman-temannya di TK Dharma Wanita 2 Sempu. Keesokan harinya badan Kristian mulai panas.

Agaknya keluarga bocah tersebut tidak menyangka Kristian terkena DBD. Bocah tersebut hanya diberi obat penurun panas.

Demam Kristian berlangsung dua hari. Akhirnya, Kamis (21/2), Kristian diperiksakan ke bidan setempat. Oleh bidan, bocah tersebut dirujuk ke Puskesmas Ngancar. Namun takdir berkata lain, bocah tersebut mengembuskan napas terakhirnya keesokan harinya.

“Setelah dilakukan penelitian, di rumah dan sekolah pasien (Kristian, Red) ditemukan positif jentik. Tidak bisa dipastikan ia terjangkit DB waktu rekreasi atau tidak,” terang Nur.

Sementara itu, nasib Aris tidak berbeda jauh dibandingkan Kristian. Aris dibawa ke puskesmas setempat pada Selasa (19/2). Dari pemeriksaan dan laboratorium, trombosit Aris paling tinggi 151 ribu per mikroliter. Sedang untuk trombosit normal jumlahnya berada di kisaran 150 – 400 ribu mikroliter.

Aris pun diberi beberapa obat. Seperti amoxilin, donferidon, dan vitamin B6. Dua hari berselang, Kamis (21/2) Arif kembali dibawa ke puskesmas. “Kondisinya sudah lemah dan mual-mual,” ungkapnya.

Merasa sudah tidak bisa menangani, pihak puskesmas pun merujuk Arif ke RSUD Gambiran. Setelah dibawa ke layanan fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni, Aris sempat membaik kesehatannya. Namun tak lama berselang tubuhnya kembali drop. Singkat cerita, Aris akhirnya juga meninggal.

Dengan meninggalnya kedua bocah tersebut, korban akibat DB pada bulan ini pun bertambah lagi. Totalnya telah ada enam kasus meninggal akibat DB hingga hari ini.

Untuk diketahui, seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri dinyatakan berstatus endemis demam berdarah (DB). Hal itu dikarenakan selalu ada laporan kasus penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

Lebih lanjut, ada empat tingkatan status yang lazimnya digunakan untuk menghitung endemisitas DB. Yaitu status endemis, sporadis, potensial, dan bebas. Keempat status tersebut memiliki perbedaan dan karakteristiknya masing-masing.

 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia