Selasa, 23 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Protes Penggunaan Dana Desa di Muneng

Kades Tegaskan Telah Buat Laporan

19 Februari 2019, 18: 55: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

DIPROTES: Kades Muneng saat menanggapi aksi.

DIPROTES: Kades Muneng saat menanggapi aksi.

Share this          

PURWOASRI - Puluhan warga Desa Muneng melakukan aksi protes di depan balai desa kemarin siang (18/2). Aksi tersebut dilakukan lantaran muncul dugaan adanya penyelewengan dana desa. Salah satunya untuk pembangunan saluran pengairan yang ada di sana.

“Kami akan membawa masalah ini ke meja hijau. Kami juga berkonsultasi kepada lembaga bantuan hukum (LBH). Sesegera mungkin akan kami lengkapi berkas-berkas kami,” ujar Wasis Lahuri, salah satu pemuda desa setempat yang melakukan mengajukan tuntutan.

Menurut Wasis, pihaknya menduga ada penyelewengan dana yang cukup besar. Yaitu periode 2016 – 2018 lalu. Pihaknya mengklaim telah mendapatkan temuan berupa data, bentuk fisik dan ukuran. Menurutnya, pengeluaran yang digunakan pemerintah desa terlalu besar jika dilihat estimasi bangunan.

“Setidaknya telah ada 13 item sampel bangunan yang kami kumpulkan dan masih banyak lagi yang akan kami selidiki untuk melengkapi berkas kami,” klaimnya.

Lebih lanjut, ada beberapa bangunan yang dipermasalahkan. Paling banyak adalah saluran untuk pengairan. Seperti halnya tanggul penahan tanah dan saluran irigasi.

Aksi demo itu sendiri dilakukan pihaknya tepat berada di gerbang masuk balai Desa Muneng sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat ditemui koran ini di kantornya usai demo, Kades Muneng Slamet Ashari mengaku telah melakukan tugasnya seusai dengan peraturan yang ada. Pun dengan pelaporan dan pertanggungjawaban yang menjadi salah satu tuntutan warga.

“Surat pertanggungjawaban selama tahun 2016 – 2018 sudah siap dan sudah ada. Jadi kami melaksanakannya juga sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ada. Tetapi kalau versinya teman-teman (pendemo, Red) mungkin lain. Ya kita terima itu semua sebagai masukan,” ungkap Slamet kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku siap jika diminta untuk memberikan pertanggungjawaban. Termasuk dalam hal perhitungan dan pengeluaran pada saat pembangunan beberapa infrastruktur di desanya.

“Kalau warga sebatas ingin melihat laporannya, saya persilakan. Tetapi apabila datanya diminta atau difotokopi memang saya keberatan karena memang ada ranahnya tersendiri. Tetapi kalau untuk membukanya kami siap,” tegasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia