Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Kesan Seram Lenyap, Gua Jegles Kepung Makin Mempesona

18 Februari 2019, 13: 04: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

gua jegles

EKSOTIS: Anak-anak bermain di dalam Gua Jegles di Dusun Jegles yang akan dimanfaatkan untuk wisata edukasi dan geologi di Desa Keling, Kecamatan Kepung. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Meski telah lama ada, selama ini belum banyak warga yang tahu di Desa Keling, Kecamatan Kepung terdapat gua yang memesona. Dahulu lokasinya merupakan sebuah arung kuno.

Sinar matahari terlihat menembus celah-celah tanaman di atas lorong gua yang terletak di dekat sungai itu. Cahayanya membuat kondisi di dalam gua cukup terang. Dilengkapi pelita yang diletakkan pada dinding-dinding menambah kesan hangat saat memasuki gua.

“Gua ini sudah lama tertutup, dulu orang sini juga sering menyebutnya Gua PKI,” kata Bambang, anggota Karang Taruna Desa Keling, kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Baca juga: Puting Beliung Terjang Grogol, Atap Rumah Ambruk dan Pepohonan Tumbang

Dia menceritakan bahwa dulu bersama kawan-kawannya kerap bermain di sana. Kala itu sekitar tahun 1980-an. Kondisinya tidak seperti saat ini. Gua masih utuh, sumber air di dalamnya pun masih mengalir deras.

Namun setelah lama tak terjamah, kondisi gua di Dusun Jegles ini cukup memprihatinkan. Banyak sampah yang dibuang di sana. Kesan seram pun muncul dengan keadaan seperti itu.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) dan Karang Taruna Desa Keling berusaha untuk tetap menjaga kelestarian Gua Jegles. Dengan membuka dan membersihkan area dalam gua. Selain agar gua bersejarah itu bisa tetap terawat, jalur gua juga dimanfaatkan sebagai akses menuju area sungai yang rencananya digunakan sebagai wisata edukasi.

“Terutama edukasi pengenalan sejarah dan geologi,” kata Kepala Desa (Kades) Keling Rofi’i Luqman.

Memang jika dilihat langsung, struktur dalam gua dan sepanjang aliran Sungai Keling cukup mendukung sebagai sarana mempelajari kondisi alam dan lapisan tanah di sana. Apalagi sungai tersebut merupakan salah satu anak Sungai Serinjing yang bersejarah di Kabupaten Kediri. “Kami ingin cerita sejarah di Desa Keling bisa terangkat,” ujarnya.

Salah satunya adalah sejarah keberadaan Gua Jegles ini. Menurut Penggiat Budaya Kabupaten Kediri Novi Bahrul Munib, jika dilihat dari cirinya, Gua Jegles merupakan bekas arung kuno atau saluran air bawah tanah di masa kerajaan. Dari penjelasannya, memang sebenarnya di daerah Kediri cukup banyak arung kuno.

Namun sebagian besar telah tertutup akibat aktivitas vulkanik Gunung Kelud. Terutama di daerah Keling yang dikenal cukup banyak sumber mata airnya. Menurutnya, arung Jegles tersebut masuk kategori arung besar, karena bisa dilalui orang seperti arung yang ada di Surowono, Desa Canggu, Badas yang sudah dikenal banyak orang.

“Kalau bisa dimasuki orang, biasanya dulu digunakan untuk alat waterleiding atau pipa air oleh Belanda,” katanya.

Bahkan sebagian besar menganggapnya angker dan menjadi sarang ular. Sementara kaitannya dengan PKI, menurut Ketua Pelestari Sejarah dan Budaya Kadhiri ini, memang kebanyakan dahulu pelarian PKI masih memanfaatkan kembali arung bawah tanah peninggalan kerajaan.

“Jadi mereka tidak membuat, hanya memanfaatkan ulang dan memodifikasi sesuai keperluan,” jelasnya.

Novi menyebut, arung bawah tanah merupakan sebuah karya nenek moyang yang luar biasa. Di mana mereka memanfaatkan teknologi saluran bawah tanah untuk mengambil urat-urat air di dalam tanah dengan membuat lorong-lorong yang cukup dalam.

“Kita tinggal mengubah pandangan masyarakat bahwa arung yang selama ini dianggap angker bisa menjadi tempat eksotis yang menarik. Tentunya dengan tetap menjaga kelestarian karya leluhur yang adiluhur tersebut,” pesannya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news