Minggu, 25 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Features

Demi Pengobatan Gratis, Pesotama Rela Berkeliling Pare

Berawal dari Kios Sederhana di Pujasera

18 Februari 2019, 09: 49: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

SOSIAL: Pesotama saat melayani para lansia.

SOSIAL: Pesotama saat melayani para lansia. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Tim ini bermula dari kegiatan sosial sederna. Hanya mengobati beberapa lansia di daerah Pujasera, Pare. Kini, rutinitas tim ini adalah berkeliling. Melakukan pengobatan dan aktivitas sosial lain di sejumlah desa.

Ratusan warga Desa Keling berduyun-duyun menuju balai desa siang itu. Mereka kemudian duduk tertib di tempat yang disediakan. Menunggu antrean untuk dipanggil satu per satu.

Para warga itu kemudian diperiksa satu per satu. Mulai dari tensi, gula darah, hingga kolesterol. Cuaca panas tak menyurutkan semangat petugas pengobatan yang bertugas. Bahkan, mereka masih terlihat antusias meskipun antrean pasien cukup banyak. Setidaknya hari itu ada 150 pasien yang datang berobat.

"Bu Sa'adah, Bukaan," panggil salah seorang petugas registrasi. Memberi tanda giliran pada salah seorang pasien untuk berobat.

Aktivitas pengobatan ini layaknya di puskesmas. Ada perawat, dokter, hingga apoteker. Namun jangan salah kira. Mereka bukan petugas puskesmas. Melainkan tim relawan sosial. Yang terbentuk atas dasar kepedulian sesama. Mereka biasa menyebut diri dengan ‘pengobatan sosial tanpa nama’. Atau disingkat dengan nama Pesotama.

Penggagas aktivitas seperti itu adalah dr Wahyu Yuliadi. Bermula ketika sang dokter sering mendapat panggilan agar melakukan pengobatan di daerah Pujasera, Pare beberapa tahun lalu. Pengobatan bagi warga yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.

Saking seringnya mendapat panggilan mengobati itu kemudian dia menawarkan rencana membuat pos kesehatan di tempat itu. Saat itu masih memakai salah satu kios yang ada. Tempatnya sederhana. "Kemudian kami beri jatah obat hanya untuk sepuluh pasien saja," katanya.

Selanjutnya, ternyata, banyak temannya yang tertarik ikut kegiatan tersebut. Hingga akhirnya kegiatan sosial pengobatan ini pun berjalan. Bahkan hingga berkembang seperti sekarang ini.

Awalnya Wahyu kesulitan mencari tim yang bisa konsisten. Maklum, mereka berasal dari beragam latar belakang. Tak semua bisa meluangkan waktu secara kontinyu. Namun, karena faktor semua orang bisa membantu itulah yang membuat kegiatan tersebut semakin berkembang. Karena banyak yang memberi dukungan.

"Alhamdulillah lama-lama banyak yang tertarik. Kemudian kami diundang ke daerah-daerah," sebut dokter 51 tahun tersebut.

Karena dari berbagai latar belakang, tak semua memahami persoalan medis sejak awal. Karena itu dokter Wahyu mengajari mereka dalam manajemen pengobatan. Mulai dari registrasi, pengukuran tekanan darah, hingga pembagian obat. Itulah awal mula terbentuknya tim kesehatan Pujasera pada 2016. Yang merupakan gabungan dari beberapa relawan sosial.

"Intinya kami memiliki tujuan bisa bermanfaat untuk sesama melalui pengobatan ini," imbuhnya.

Sempat ada kendala saat tim pertama terbentuk. Yaitu mereka terkendala kesibukan masing-masing anggota. Karena itulah Wahyu membuat tim pelapis atau tim  kedua. Dan dia mengajari lagi pengetahuan medis ringan. Dari tim kecil yang terbentuk ini, ada yang mengusulkan nama. Karena memang sebelumnya tidak ada nama.

"Akhirnya ada yang usul pengobatan sosial tanpa nama ini. Karena kami tidak butuh pengakuan dan macam-macam. Yang penting kami tetap berkegiatan," jelas dokter yang secara formal bekerja di Klinik Vita Medika Kepung ini.

Bak putri cantik yang banyak tawaran, akhirnya Pesotama sering diundang kegiatan ke desa-desa. Tak jarang teman dokter dari Wahyu juga ikut dalam kegiatan ini. Mereka melakukannya rutin. Minimal satu bulan sekali. Tak jarang dalam satu bulan bisa 4 sampai 5 kali kegiatan. Yang pasti dalam melakukan pengobatan ini, warga tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali.

"Alhamdulillah selama ini selalu diberi kelancaran. Stok obat juga selalu ada," ucapnya bersyukur.

Pasien yang datang pun juga terlihat sangat antusias. Dari cara melayani tim Pesotama juga sangat bagus. Para petugasnya tetap ramah dengan diselingi gurauan kecil. Yang membuat pasien nyaman.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia