Jumat, 18 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Features

M Ardika Argameru: Darah Seni Mengakar dari Ibu

17 Februari 2019, 15: 15: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

ardhika argameru

M Ardika Argameru (Yayan - radarkediri.id)

Share this          

Tidak semua anak muda menyukai dan mau berjuang untuk mengembangkan budaya lokal apalagi budaya tradisional. Saat banyak yang menilai budaya tradisional itu kuno. Namun berbeda dengan M Ardika Argameru, pemuda 27 tahun yang menjadi Direktur Utama The Legend Water Park Kertosono ini.

Ardika menjadi anak muda yang memiliki dedikasi untuk memperjuangkan dan mengembangkan budaya traditional. Salah satu bentuk perjuangannya adalah meresmikan dan mengembangkan Pepijar (Pelestari dan Pecinta Jaranan dan Reog) di Kabupaten Nganjuk.

Kesukaan dan kepeduliannya terhadap budaya tradisional ini sudah ada sejak kecil. Hal ini karena  budaya seni sudah mengakar dari keluarganya. Mengikuti jejak ibunya yang mengembangkan wayang orang Sri Wedari di Solo hingga bisa dikenal ke ranah internasional. Ardhika pun juga mulai mengembangkan budaya jaranan di Kabupaten Nganjuk.

Delapan tahun menjabat sebagai dirut The Legend Water Park Kertosono, Ardhika tahu bagaimana mengembangkan budaya traditional dan dikemas dalam pariwisata yang bisa menghibur masyarakat. Sejak Pepijar ada budaya jaranan di Nganjuk semakin berkembang karena memiliki wadah sehingga bisa memiliki banyak event.

 “Mungkin darah seni dan keinginan untuk nguri-nguri budaya traditional ini dari ibu menular ke saya” jelas Ardhika sambil tertawa. Mengikuti Ibunya dalam mengembangkan budaya, bahkan Ardhika sejak kecil sering meminta untuk dibelikan berbagai peralatan musik tradisional seperti gamelan atau gendang. Kini dia mengembangkan budaya jaranan dan beberapa budaya tradisional lainnya yang dia kemas sesuai pengalamannya mengelola pariwisata di Nganjuk.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia