Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bunuh Mak Mentil, Rampas Perhiasan, Beli DVD Player

16 Februari 2019, 14: 02: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan mak mentil

KEJAM: Petugas Polres Kediri mengamankan Dedi Asmawan dan Ahmad Setiawan setelah lebih dari dua minggu dalam pengejaran. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA– Polisi terus mendalami motif pembunuhan Sukinem alias Mak Mentil, 75, yang tewas di Pasar Setonobetek. Termasuk aktivitas dua tersangka, Dedi Asmawan, 26, dan Ahmad Setiawan, 25, keduanya asal Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Pagu, setelah merampas perhiasan korbannya.

Dua pelaku pembunuhan itu, menurut Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo, langsung menjual hasil kejahatannya. Penjualan cincin dan gelang milik perempuan asal Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Magetan itu pun lebih mudah. Pasalnya, perhiasan memiliki surat pembelian dari toko. “Kedua cincin dan satu gelang tersebut laku dijual seharga Rp 2,8 juta,” ujarnya.

Tidak hanya itu, uang hasil kejahatan tak hanya dari penjualan perhiasan. Sebab, Dedi dan Setiawan juga mengambil uang tabungan Mak Mentil sebesar Rp 1,6 juta. Sehingga total uang yang diambil dari perempuan pemulung yang tak punya sanak keluarga tersebut sebanyak Rp 4,4 juta. “Uang hasil kejahatan itu dibagi menjadi dua oleh tersangka,” ungkap Andy.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, Dedi dan Setiawan masing–masing mendapatkan uang sebesar Rp 2,2 juta. Dari pengakuan Dedi, uang tersebut digunakan untuk membeli DVD player, sound system serta kasetnya. Totalnya seharga Rp 600 ribu.

Sedangkan uang sisanya untuk keperluan sehari-hari. Sementara, Setiawan mengaku, uangnya dipakai untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. “Kini barang bukti barang-barang yang telah dibeli dari hasil kejahatan telah diamankan di mapolres,” papar Andy.

Seperti diketahui, pembunuhan Mak Mentil terjadi pada 28 Januari lalu. Sore itu, perempuan lanjut usia yang sehari-hari bekerja sebagai pemungut rosok ini ditemukan meninggal di kios kompleks Pasar Setonobetek. Kondisinya, mulut terbekap kain. Tangan Mak Mentil juga diikat kain stagen.

Lebih dua minggu berselang, polisi akhirnya menangkap Dedi dan Setiawan. Dedi tak lain adalah pacar Mak Mentil. Sebelum membunuh, Dedi yang saat itu butuh uang meminta pada kekasihnya. Tetapi Mak Mentil menolaknya.

Penolakan sang kekasih rupanya membuat laki-laki yang bekerja kuli bangunan itu marah. Dibantu Setiawan, Dedi membungkam Mak Mentil. Tindakan ini menyebabkan Mak Menti kehilangan nyawa. Sempat menjadi buronan, pada Rabu (13/2) polisi dapat menangkap keduanya. Dedi bahkan tertembak kakinya.

Akibat perbuatannya, Dedi dan Setiawan melanggar pasal 339 KUHP subsider pasal 338 KUHP atau pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia