Kamis, 19 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Jelang Valentine, 2 Sejoli Terciduk Berduaan di Kos Dandangan

14 Februari 2019, 18: 33: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

razia kos

LANGGAR SUSILA: Petugas satpol PP Kota Kediri mendata dan memberikan pembinaan terhadap pasangan yang terjaring dalam razia kos, kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Menjelang hari Valentine, satpol PP merazia tempat kos dan hotel, pagi kemarin (13/2). Hasilnya, dua pasangan sejoli diduga mesum terciduk berduaan dalam kamar. Mereka adalah DPA, lelaki 24 tahun, asal Jagalan, Kecamatan Kota Kediri, dan ID, 23, perempuan asal Desa Bakalan, Kecamatan Grogol.

Keduanya terjaring saat aparat penegak perda itu memeriksa kamar kos di Kelurahan Dandangan. Sedangkan sejoli asal Kecamatan Tarokan terciduk di kamar hotel Jalan Raden Patah, Kelurahan Kemasan. Mereka adalah MAB, 24, pemuda asal Desa Kedungsari, dan EP, 22, perempuan asal Desa Blimbing.

Razia dilaksanakan sekitar pukul 09.30. Timnya gabungan satpol PP Kota Kediri dengan Polsek Kediri Kota. Awalnya, mereka menyasar wilayah Dandangan. “Dilakukan penyisiran di beberapa titik kos. Di salah satunya kami temukan satu pasangan yang belum menikah di kamar tertutup,” ujar Kabid Tramtibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Di kos tersebut, menurutnya, tim mengecek 13 kamar. Di salah satu kamar yang disewa ID itulah, sejoli ini tepergok. Saat itu, ID dan DPA mengaku, hanya mengambil baju. Janggalnya, kondisi kamar tertutup rapat dan mereka berduaan di dalam. Makanya, petugas tetap membawa keduanya ke mako satpol PP.

Khamid mengatakan, akan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. ”Kami merespons aduan dari warga karena melihat banyak tamu laki-laki yang datang di kos perempuan,” ungkapnya.

Dari tempat kos, tim gabungan menyasar beberapa hotel di Kecamatan Kota Kediri. Dari empat hotel yang diperiksa, hanya satu ditemukan pasangan sejoli dalam kamar tertutup. Keduanya adalah MAB dan EP. Mereka juga langsung dibawa ke mako satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Khamid menjelaskan bahwa pihaknya juga akan memanggil orang tua dan pihak keluarga masing-masing. Pasalnya, dua pasangan sejoli yang diamankan masih berstatus mahasiswa perguruan tinggi di Kediri.

Ia mengimbau orang tua ikut berperan dalam pembinaan terhadap anak mereka agar tidak terjerumus pergaulan bebas dan melakukan tindakan yang tidak sepatutnya. “Petugas akan terus patroli yustisi dan cipta kondisi yang menyasar ke tempat kos, hotel, dan hiburan malam. Tentunya untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di Kota Kediri,” pungkas Khamid.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia