Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Berharap Kebijakan Rawat Cagar Budaya di Kediri

Pemkot Harus Intensifkan Sosialisasi Pelestar

13 Februari 2019, 16: 42: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

kelenteng cagar budaya

MERAH: Bangunan depan kelenteng Tjoe Hwie Kiong, yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Provinsi Jatim. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Semakin banyaknya bangunan bersejarah di Kota Kediri yang tidak terawat membuat banyak pihak ikut prihatin. Mereka menyesalkan lambannya pemerintah daerah dalam menyikapi hal ini. Padahal, jika dibandingkan kota lain, potensi peninggalan bangunan bersejarah di Kota Kediri tidak kalah berharga.

Memang, dalam hal ini selain masyarakat, peran pemerintah sangat penting. Terutama dalam membuat kebijakan untuk melestarikan bangunan cagar budaya di Kota Tahu. “Seharusnya pemerintah bisa memiliki kebijakan yang tegas untuk melindungi peninggalan bersejarah di Kediri ini,” ujar Dony Satrio, warga yang kemarin melintas di kawasan Pecinan.

Dia pun memberikan contoh daerah lain yang bisa mengelola bangunan peninggalan dengan baik. Seperti Kota Cirebon, Semarang, Jogjakarta, dan Surakarta. Jika berkunjung ke sana, sangat jarang bangunan kuno yang dipugar. Bahkan bangunan-bangunan tersebut menurutnya bisa menjadi destinasi tersendiri dalam satu kawasan.

“Sebenarnya di sini sangat bisa. Itu sudah ada kelenteng yang ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya. Terus gedung bioskop Garuda, kalau bisa jangan dibongkar. Bisa dibuat bangunan untuk wisata edukasi sejarah,” katanya sambil menunjuk ke arah kelenteng kemarin sore.

Di sisi lain, dia juga menyesalkan lambannya pemkot dalam merawat bangunan bersejarah yang ada. Seperti berita sebelumnya, yang sempat menyinggung Candi Klotok, di mana kondisinya cukup memprihatinkan. Walaupun usai diekskavasi namun candi tersebut minim pengawasan. Banyak tanaman liar yang tumbuh memenuhi sebagian besar badan candi.

Sementara, Ketua Yayasan Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Prajitno Sutikno menanggapi bahwa dalam menjaga kelestarian bangunan cagar budaya harus ada dukungan dari semua pihak. Termasuk untuk menjaga kelestarian kelenteng yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur beberapa tahun silam.

“Kelenteng ini juga ikon Kota Kediri dan merupakan satu-satunya yang ada di Kabupaten dan Kota Kediri. Otomatis kami tetap butuh dukungan masyarakat dan pemerintah daerah untuk melestarikannya,” harap Prajitno saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri.

Apalagi pihak kelenteng sendiri selama ini tetap menjaga serta  merawat bangunan. Tidak mengubah keaslian bangunan utama. Hal tersebut yang seharusnya juga menjadi pelajaran bagi masyarakat luas.

“Kalau untuk bangunan di Jalan Yos Sudarso ini sudah banyak yang direnovasi. Jadi hanya beberapa yang tersisa masuk kategori tua. Untuk kelenteng, bangunan induk tidak akan kami ubah,” imbuhnya.

Kasi Program dan Evaluasi Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Iqbal sebelumnya mengatakan, dalam hal ini pemkot harus bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air bagi anak muda, stakeholder, dan masyarakat di kotanya. Pemkot harus berkaca pada UU Nomor 11/2010 dan UU Nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. “Di sini kembali lagi ke kemauan pemdanya, mau apa tidak untuk melestarikan kebudayaan yang ada,” tandasnya.

Iqbal menyampaikan bahwa Kediri telah memiliki pegangan. Di mana Kerajaan Kadiri yang sangat terkenal bisa menjadi satu nilai tambah. Termasuk pada era pergerakan kolonial Belanda. Kediri menjadi salah satu kota penting di pulau Jawa karena ditopang aliran Sungai Brantas sebagai peradaban lalu lintas perdagangan.  “Ini harus diangkat, karena di Kediri ini bukti sejarahnya sangat kuat dan tidak kalah dengan sejarah-sejarah di kota lain bahkan luar negeri,” tegasnya.

Tak hanya itu, sejak zaman dahulu Kediri memiliki akulturasi budaya yang berjalan dengan baik. Sangat jarang ada konflik masyarakat di kota ini. Bahkan dalam menjaga kearifan lokal, Iqbal pun memberikan pesan agar budaya damai di Kota Tahu bisa terjaga dengan baik.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia