Kamis, 27 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Politik
Pilkades

Para Botoh Mengolah Suara Pemilihan Kepala Desa Serentak di Nganjuk

Kucurkan Miliaran, Yakin Jagoan Tak Kalah

12 Februari 2019, 16: 29: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

botoh nganjuk

Botoh di Pilkades Nganjuk (Ilustrasi: Nakula Agie - radarkediri.id)

Share this          

Di balik upaya para calon kepala desa (cakades) meraup suara di pemilihan kepala desa (pilkades), ada peran para botoh di sana. Selain memodali kandidat yang jadi jagoan, botoh menjadikan hasil pilkades sebagai taruhan. Keuntungan yang didapat pun bisa mencapai miliaran.

Pilkades serentak yang diikuti 232 desa di Nganjuk hari ini pun tak luput dari permainan para botoh. Di masing-masing desa yang dibidik, botoh mengikuti tahapan pilkades seperti halnya para cakades. “Saya juga survei ke desa. Tidak seperti lembaga survei, tetapi survei riil. Door to door untuk mengetahui elektabilitas kandidat,” ujar Toto (bukan nama sebenarnya).

          Toto menerjunkan tim khusus ke tiap desa. Minimal empat hingga enam orang kepercayaannya. Mereka lantas membuat jaringan yang lebih luas di tiap desa untuk memetakan kekuatan kandidat.

          Setelah peta dukungan masyarakat diketahui, pria yang juga salah satu kepala desa di Nganjuk ini mendekati kandidat yang elektabilitasnya tinggi. “Saya kasih modal. Nilainya minimal Rp 500 juta. Maksimalnya tak terbatas. Bisa Rp 2 miliar sesuai kebutuhan,” lanjutnya tersenyum.

          Bagaimana dia bisa mendapat untung? Rupanya Toto membuat kesepakatan khusus dengan para cakades yang didukung. Setelah mereka terpilih, harus mengembalikan modal ditambah persentase keuntungan.

          Besarannya bervariasi. Ada yang 20 persen dari modal yang dipinjamkan. Ada pula yang menambah 50 persen dari modal. “Bahkan ada yang mengembalikan dua kali lipat. Tergantung kesepakatan,” tutur pria yang dalam pilkades hari ini memegang 26 desa di Nganjuk itu.

          Tidak hanya memodali para kandidat cakades, keuntungan yang lebih besar didapat Toto dari bursa taruhan hasil pilkades yang dimainkannya. Hasil survei riil yang dilakukan, jadi patokan untuk membuka bursa taruhan.

          Agar meraih untung yang maksimal, Toto dan timnya pun melakukan berbagai cara agar kandidat yang dipegang bisa menang. “Kalau seperti pemilihan gubernur dan pemilihan bupati kemarin tidak bisa untung banyak. Sudah jelas petanya,” urai pria yang dalam pilkades tahun ini mengucurkan puluhan miliar itu.

          Dalam pilkades, dia benar-benar bisa memegang bursa taruhan. Tidak hanya menjadikan kandidat yang menang sebagai bahan taruhan. Tetapi, selisih perolehan suara tiap kandidat juga bisa jadi bahan. “Bisa macam-macam,” imbuhnya.

          Seperti halnya taruhan kebanyakan, Toto juga pernah salah perhitungan. Kalah. Tetapi, karena ada banyak desa yang dipegangnya, dia bisa mendapat untung dari desa lainnya.  

          Berapa rata-rata keuntungan yang didapat dari tiap desa yang dimainkannya? Ditanya demikian, Toto tidak mau menjawab pasti. Dari puluhan desa yang dipegang 2013 lalu, sedikitnya dia mengaku bisa meraup Rp 10 miliar! “Ada pemain lebih besar yang bisa mendapat puluhan miliar,” tuturnya menyebut salah satu nama orang yang tak asing bagi warga Nganjuk.

          Ditanya tentang prediksi keuntungan yang didapat dari pilkades serentak hari ini, Toto yang juga kembali maju dalam pilkades, tidak mau berspekulasi. “Kalau tiap desa (dari 26 desa yang dipegang, Red) bisa dapat Rp 200 juta saja sudah bagus,” bebernya merendah.

          Jika hitungan Toto benar, sedikitnya dia bisa mendapat Rp 5,2 miliar dari bursa taruhan saja. Itu belum termasuk dari keuntungan yang didapat Toto jika puluhan kandidat yang dimodali bisa menang di desa masing-masing. “Saya masih memantau bursa dan peta terbaru di tiap desa,” imbuhnya ditemui di rumahnya, kemarin sore.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia