Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Features
Henggar Ernanda

Teknik Merangkai Harus Dipadu dengan Perasaan Senang

Ilmu dari Perangkai Bunga Langganan Istana

12 Februari 2019, 14: 48: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

TALENTA: Henggar merangkai bunga di hadapan anak didiknya di kelas kursus miliknya.

TALENTA: Henggar merangkai bunga di hadapan anak didiknya di kelas kursus miliknya. (HABIBAH - RADARKEDIRI.ID)

Merangkai bunga bukan hanya sekadar menancapkan bunga. Juga tidak hanya harus tahu struktur bunga tersebut. Merangkai bunga juga memiliki seni tersendiri.

HABIBAH A. MUKTIARA

Satu jam berlalu Henggar Ernanda berada di ruangan itu. Wanita 23 tahun itu memberi materi di kelas merangkai bunga di rumahnya, di Jalan Banjaran Gang Carik, Kota Kediri. Dengan sabar dia mengarahkan satu per satu anak didiknya.

“Bagian tengah jangan terlalu tinggi,” sarannya sembari membetulkan karya sang anak didik.

Waktu itu sekitar pukul 10.00 WIB. Suasana di tempat kursus merangkai bunga itu sangatlah tenang. Begitu heningnya hingga yang lebih sering terdengar adalah suara pisau pemotong yang digunakan para siswa.

Bagi Henggar, kemampuannya merangkai bunga harus dilalui dengan melewati perjalanan panjang. Wanita kelahiran 1996 ini tak serta-merta bisa sesukses seperti sekarang ini. Butuh proses yang seringkali dirajut dari kegagalan.

Menurutnya merangkai bunga tidak hanya sekadar menyusun satu bunga dengan bunga yang lain. Ada teknik di dalamnya. Teknik yang harus dikuasai betul oleh sang perangkai. Agar menghasilkan karya yang benar-benar indah.

“Di sini saya mengajarkan tekniknya agar orang-orang tahu,” jelasnya.

Namun, teknik juga hanya sebagian saja dari upaya menghasilkan karya terbaik. Kemampuan dalam hal teknik merangkai itu harus dipadu dengan perasaan yang gembira. Menurut Henggar, jika hati senang akan memengaruhi hasil akhir rangkaian bunga yang dibuat. “Jadi, untuk merangkai bunga harus dimulai dari suka terlebih dahulu,” ucapnya.

Menariknya, Henggar mendapatkan ilmu seni merangkai bunga secara otodidak. Dia mulai tertarik pada seni merangkai bunga ini ketika duduk di bangku SMA. Alumnus SMAN 3 Kediri ini semula belajar melalui internet. Lama-lama, orang tuanya tahu kemampuan dan bakat Henggar dalam merangkai bunga. Atas inisiatif orang tuanya pula akhirnya didatangkan pelatih.

Namun, Henggar ternyata tak cocok dengan sang guru tersebut. Karena itu Henggar lebih memilih belajar sendiri teknik-teknik merangkai bunga. Dari mempelajari sendiri itulah dia tahu ada teknik tertentu dalam merangkai bunga. Dan, cara yang digunakan oleh kebanyakan orang selama ini merupakan teknik yang kurang benar.

“Jika bunga halus tidak bisa dicampur dengan bunga kasar,” ungkap Henggar.

Bunga halus yang dimaksud adalah bunga yang bertekstur halus seperti bunga mawar. Sedangkan untuk bunga kasar, salah satu contohnya adalah bunga krisan.

Beberapa kali Henggar mengikuti lomba-lomba, terutama yang di tingkat lokal terlebih dulu. Pada 2014 wanita ini terpilih mewakili Kota Kediri dalam lomba merangkai bunga tingkat Jatim. Lomba ini berlangsung di Ibu Kota Provinsi Jatim,  Surabaya.

Sayang, di debutnya itu dewi fortuna belum berpihak. Dia tidak bisa membawa pulang trofi juara. Meskipun demikian Henggar tak berkecil hati. Kegagalan menang itu membuatnya semakin rajin berlatih.

Setahun kemudian Henggar kembali mengikuti lomba di tingkat Jatim. Dan saat itulah dia mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mampu menjadi pemenang.

Setelah berhasil menjuarai lomba tingkat Jatim, Henggar pun bersiap mengikuti yang tingkat nasional. Namun, sebelum itu dia diasah lagi kemampuannya. Oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri, dia dikirim ke Surabaya. Kebetulan saat itu ada perangkai bunga nasional Martinneke yang memberi pelatihan. Martinneke adalah perangkai bunga langganan istana negara. Kemampuan Henggar juga dipoles seorang perangkai bunga dari Belanda. Menghabiskan 14 jam bersama para ahli itu, membuat Henggar mendapatkan banyak ilmu.

Henggar juga menjadi thau bahwa kemampuan yang dia miliki sebelumnya masih kurang. Dari pelatihan selama seminggu itu dia tahu bahwa merangkai tidak hanya sekadar memadukan bunga. Namun juga perlu teknik memadukan warna bunga agar terlihat bagus.

“Setelah itu saya mengikuti lomba tingkat nasional yang diadakan di Bandung,” kenang Henggar. Dalam lomba yang berlangsung pada 2015 itu Henggar mendapatkan juara ketiga.

Sukses di tingkat nasional, Henggar tak ingin berhenti. Dia pun membagikan ilmu merangkai bunga ke masyarakat. Dengan membuka kursus merangkai bunga.

(rk/die/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia