Kamis, 27 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bayi Mengapung di Sungai Brantas

11 Februari 2019, 21: 26: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

NAHAS: Polisi bersiap mengevakuasi jenazah bayi mungil yang ditemukan mengapung di sungai Brantas kemarin sore.

NAHAS: Polisi bersiap mengevakuasi jenazah bayi mungil yang ditemukan mengapung di sungai Brantas kemarin sore.

Share this          

NGANJUK- Bayi malang berjenis kelamin laki-laki ditemukan tidak bernyawa di tepi sungai Brantas di Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot. Diduga, bayi tersebut dibuang setelah dilahirkan ibunya. Ketika ditemukan warga kemarin sore (10/2) sekitar pukul 15.30, kondisi bayi masih berlumuran darah serta ari-arinya masih menempel di tubuh.

          Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, kejadian itu pertama kali diketahui oleh Harianto, 55, warga setempat. Saat itu, Harianto sedang asyik mancing di sungai Brantas. Saat berada di tepi sungai, ia dikagetkan dengan banyaknya lalat yang berkerumun di tepi sungai disertai aroma tak sedap.

Penasaran, Hariono lalu mencari sumber bau tersebut. Betapa terkejutnya Harianto, ketika mengetahui ada bayi tewas dalam kondisi telungkup di tepi sungai Brantas. Karena ketakutan, Harianto lalu memberitahu kejadian tersebut kepada warga dan malaporkannya ke Polsek Ngronggot.

Menurut Kapolsek Ngronggot AKP Sugeng Suharyono, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan evakuasi jasad korban. “Jasad bayinya langsung dibawa ke Rumah Sakit Kertosono,” ucapnya.

Meski jasadnya masih  utuh, terdapat beberapa luka di bagian tubuh si bayi. Perwira balok tiga di pundak itu menduga luka-luka lecet pada tubuh bayi tersebut terjadi karena terkena benda-benda yang ada di sungai dan diserang hewan air tawar.

          Hingga kemarin sore, polisi masih belum mengetahui dari mana asal usul bayi tersebut. “Kami tidak bisa memperkirakan berapa jauh bayi tersebut telah hanyut,” beber Sugeng. Mantan Kapolsek Sukomoro ini mengaku anggotanya sedang mengumpulkan data dan keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap kasus ini.

Ada dugaan bayi tersebut sengaja dibuang ke sungai Brantas karena tidak diharapkan orang tuanya. “Bayinya baru lahir sekitar tiga hari, ari-arinya juga masih menempel,” beber perwira balok tiga di pundak itu. Polisi menduga bayi laki-laki itu sudah dua hari di sungai Brantas.

Bayi laki-laki tersebut kini masih berada di Rumah Sakit Kertosono. Untuk  mencari tahu siapa orang tua bayi laki-laki tersebut, polisi akan melakukan pelacakan hingga radius lima kilometer dari lokasi penemuan bayi.

Polisi bisa melakukan pengecekan ke Puskesmas atau ke bidan desa. “Termasuk nanti di Desa Kelutan juga akan kami cek,” bebernya. AKP Sugeng mengimbau kepada masyarakat, bila ada orang yang mencurigakan bisa segera memberitahu Polsek Ngronggot.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia