Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tiga Mesin Diesel Raib dalam Semalam

Diburu Pencuri karena Harga Jual Tinggi

11 Februari 2019, 21: 03: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

RESAH: Petani menunjukan tempat penyimpanan disel kosong sengaja dibawa pulang agar tidak dijarah oleh pencuri

RESAH: Petani menunjukan tempat penyimpanan disel kosong sengaja dibawa pulang agar tidak dijarah oleh pencuri (Rekian - radarkediri.id)

NGANJUK- Awas! Pencuri mengintai disel petani. Bebarapa Minggu terakhir, petani di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret merasa resah. Pasalnya, disel yang digunakan untuk menyedot air lahan pertanian disikat pencuri. Dalam satu malam, tiga unit disel bisa raib digondol maling. Akibat kejadian itu, petani terpaksa membawa pulang disel ke rumah agar lebih aman.

          Salah satu petani yang merasa waswas maraknya pencurian disel itu adalah Parjo, 50, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret. Kepada koran ini ia mengaku, aksi kejahatan mencuri mesin disel ini mengulang peristiwa tiga tahun silam. “Kalau sekarang tiga disel dalam satu malam raib, dulu 16 box mesin disel bisa hilang satu malam,” akunya.

          Cara pelaku pencuri beraksi dari tiga tahun sebelumnya hampir sama. Dilakukan pada malam hari. Menurut Parjo, lahan pertanian di desanya hanya sepi saat pukul 01.00 hingga pukul 02.00 dini hari. “Kalau sudah pukul 03.00, petani sudah ada yang ke sawah,” katanya. Sebab itu, ia menduga pelaku beraksi dini hari ketika lahan pertanian sepi.

          Karena mesin disel tidak bisa diangkat sendirian, maka Parjo menduga pelakunya lebih dari satu orang. “Saya tidak bisa mengangkat mesih disel sendiran,” bebernya. Sebab itu, Parjo menduga para pelaku pencurian yang masih bergentayangan itu melakukan aksinya bersama-sama. Dan mesin disel bisa diangkut dengan motor atau kendaraan angkutan roda tiga.

          Yang membuat Parjo heran adalah mesin disel yang dicuri lokasinya tidak jauh dari jalan setapak dan jalan raya di desa. “Disel punya Pak Soleh hilang, dekat sama jalan,” bebernya. Begitu juga dengan disel petani lainnya. Yang hilang rata-rata dekat dengan jalan setapak yang bisa dikendarai sepeda motor.  

          Bagi Parjo, kehilangan disel sama artinya membuang uang untuk modal tanam. Pasalnya, harga satu disel sama nilainya dengan pengeluaran modal tanam. “Sekarang harga disel baru bisa sampai Rp 12 juta, kalau bekas Rp 7 juta minimal Rp 5 juta,” katanya. Baginya, harga jual disel masih cukup tinggi.

          Keresahan yang sama juga dirasakan Parbu, 53, warga Desa Ngepeh, Loceret. Karena tidak ada jaminan keamanan, disel miliknya dan petani lainnya kini diangkut dan dibawa pulang ke rumah. “Untungnya sekarang sudah tidak kemarau,” ucapnya. Sehingga sawah yang kini ditanami padi bisa dialiri air dari irigasi.

Meski disel sudah dibawa pulang, Parbu merasa keamanannya bertani terganggu. Baginya, pencuri disel adalah hama lain selain tikus dan wereng bagi petani di desanya. “Harapannya pelaku bisa segera ditangkap,” ucapnya.

          Terpisah, Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Yogi Ardi Khristanto masih berupaya mengungkap pelaku pencurian disel tersebut. Ia menyebut, akan melakukan mobiling dari pukul 00.00 hingga dini hari. “Kegiatan itu dilakukan Sateskrim bersama Reskrim polsek jajaran dibantu Bhabinkamtibmas,” katanya.

          Sekadar diketahui, aksi pencurian disel ini tidak hanya terjadi di Desa Ngepeh, Loceret saja. Pada akhir tahun 2018 lalu, aksi serupa juga terjadi di Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom. Beruntung, aksi kejahatan itu bisa terungkap. Saat itu pelakunya menjual hasil curiannya di pegadaiaan. Uang hasil kejahatan hanya digunakan untuk senang-senang.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia